Erwinto Pacu Inovasi KUA, Wakaf Uang Catin Lampung Tembus Rp1,3 Miliar

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto.

Rembes.com, Bandar Lampung – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, mendorong aparatur sipil negara di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung Karang Barat untuk terus berinovasi dalam pelayanan keagamaan dan tidak terpaku semata pada program berbasis DIPA.

Menurutnya, KUA harus mampu membaca kebutuhan umat, melahirkan gagasan baru, dan menghadirkan layanan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Erwinto saat memberikan pembinaan ASN sekaligus supervisi Bimbingan Masyarakat Islam di KUA Kecamatan Tanjung Karang Barat pada Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan fungsi kelembagaan KUA agar semakin profesional, adaptif, dan produktif dalam menjalankan tugas pelayanan umat.

Dalam arahannya, Erwinto menegaskan KUA saat ini tidak cukup hanya dikenal sebagai tempat pelayanan nikah, melainkan harus tumbuh menjadi pusat layanan keagamaan yang aktif membina keluarga, memperkuat literasi zakat dan wakaf, serta menjadi motor penggerak program sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

“Jangan fokus hanya pada DIPA. Program besar sering lahir dari gagasan yang tulus, kreativitas yang kuat, dan kemauan untuk bergerak melampaui kebiasaan. KUA harus menjadi ruang lahirnya inovasi pelayanan keagamaan yang hidup dan berdampak,” tegas Erwinto.

Ia mencontohkan gerakan wakaf uang calon pengantin (catin) yang berkembang positif di Provinsi Lampung.

Hingga tahun ini, penghimpunan wakaf uang catin se-Lampung telah mencapai sekitar Rp1,3 miliar, menunjukkan tumbuhnya kesadaran filantropi Islam sejak awal pembentukan rumah tangga.

“Wakaf uang catin adalah ikhtiar menanam amal sejak awal rumah tangga dibangun. Dari akad lahir keluarga sakinah, dari wakaf lahir kebermanfaatan yang melintasi generasi. KUA harus menjadi pintu lahirnya kesadaran filantropi Islam yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Erwinto.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Bandar Lampung, Zaenal Hakim, menegaskan pembinaan dan supervisi menjadi langkah penting untuk memastikan KUA terus meningkatkan mutu layanan dan memperkuat tata kelola kelembagaan.

“KUA harus kuat dalam data, tertib administrasi, unggul dalam pelayanan, dan kreatif dalam program. Ketika integritas, inovasi, dan profesionalitas berjalan bersama, maka kehadiran KUA akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Zaenal Hakim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *