Viral Flexing Tas Mewah dan Operasi Plastik, Nama Anggota DPRD Lampung Tengah Ikut Terseret

Rembes.com, Bandar Lampung – Nama Dhea Adita Aprilia menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah tangkapan layar unggahan lamanya kembali beredar.

Dalam unggahan itu, Dhea tampak memperlihatkan barang-barang bermerek, mulai dari tas mewah, perhiasan, hingga bukti pembayaran operasi plastik senilai sekitar Rp67,7 juta.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar warganet. Selain memperlihatkan bukti pembayaran operasi plastik, sejumlah foto juga menampilkan kotak belanja dari merek-merek ternama yang memunculkan perbincangan mengenai gaya hidup Dhea.

Di tengah ramainya pembahasan, muncul narasi yang menyebut Dhea merupakan menantu Anggota DPRD Lampung Tengah periode 2024–2029 dari Partai Golkar, Syaifudin.

Dhea juga disebut sebagai kader Partai Golkar di Lampung. Media sosial juga diramaikan klaim bahwa suami Dhea mengelola dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung.

Dilansir dari liputan6.com Namun, hingga kini informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah klaim tersebut.

Unggahan Lama Kembali Viral

Dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Syaifudin membenarkan bahwa Dhea merupakan menantunya.

Namun, ia membantah gaya hidup Dhea berkaitan dengan jabatannya sebagai anggota DPRD.

Menurut Syaifudin, Dhea berasal dari keluarga yang telah berkecukupan sejak lama.

Ia mengatakan orang tua Dhea merupakan keluarga berada, bahkan mertuanya pernah menjabat sebagai manajer di salah satu perusahaan besar di Lampung.

“Dia anak tunggal. Dari kecil memang sudah terbiasa hidup berkecukupan. Sejak sekolah pun sudah biasa menggunakan mobil,” kata Syaifudin kepada Liputan6.com, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia mengaku heran unggahan lama menantunya kembali tersebar luas.

Menurut dia, unggahan tersebut disebarkan oleh banyak akun dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Itu postingan lama, tapi diunggah lagi oleh banyak akun dalam waktu berdekatan. Saya melihat ada pihak tertentu yang memang ingin membawa-bawa nama saya,” ujarnya.

Syaifudin menegaskan anak dan menantunya bukan pejabat publik.

Menurut dia, keduanya merupakan pihak swasta yang menjalankan usaha sendiri.

“Yang pejabat itu saya, bukan anak saya. Mereka swasta dan punya usaha sendiri,” katanya.

Ia mengaku telah mengingatkan keluarganya agar lebih berhati-hati menggunakan media sosial setelah peristiwa tersebut.

Pertimbangkan Langkah Hukum

Syaifudin mengatakan telah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya terkait penyebaran ulang unggahan yang dinilai menyeret nama pribadinya.

Menurut dia, tim kuasa hukum sedang mengkaji kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga menyebarkan narasi tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan lawyer dan pihak berwajib. Nanti akan diambil langkah-langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *