Dibalik Order Malam dan Rasa Cemas, Gaspool Nyatakan Dukungan untuk Kapolda Lampung

Ketua Gaspool Lampung, Miftahul Huda bersama Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helfi Assegaf. Dok: Ist.

Rembes.com, Bandar Lampung – Jalanan bagi sebagian orang mungkin sekadar ruang lalu lintas. Tapi bagi para pengemudi ojek online, jalan adalah tempat mencari nafkah sekaligus ruang yang menyimpan risiko, bahkan ancaman nyawa.

Di balik notifikasi order yang masuk, ada kegelisahan yang kerap tak terlihat. Terutama ketika malam turun dan jalanan mulai lengang. Di situlah rasa waswas hadir diam-diam, tapi nyata.

Bacaan Lainnya

Komunitas ojek online Gaspool Lampung memahami betul situasi itu. Mereka bukan sekadar mendengar cerita, tapi mengalaminya sendiri.

“Driver ojol setiap hari bekerja di lapangan. Kami sering terima order malam dan melintas di lokasi sepi. Ancaman begal itu bukan cerita, tapi kenyataan yang kami hadapi,” ujar Ketua Gaspool Lampung, Miftahul Huda dengan penuh rasa kehati-hatian pada Minggu (16/5/2026) dengan rintik hujan dan bergayuh kopi.

Bagi mereka, kejahatan jalanan seperti begal dan kasus C3 pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, hingga pencurian kendaraan bermotor bukan sekadar angka statistik. Itu adalah ketakutan yang bisa datang kapan saja, di setiap perjalanan.

Karena itu, ketika Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, menyatakan komitmennya untuk bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan, para pengemudi ojol menyambutnya dengan harapan.

Harapan sederhana, pulang dengan selamat.

“Kalau aparat tegas, pelaku pasti berpikir dua kali. Kami ini cuma ingin bekerja dengan aman,” kata Huda.

Bagi para driver, kehilangan motor bukan hanya kerugian materi. Itu bisa berarti kehilangan sumber penghidupan.

Lebih dari itu, ancaman fisik dalam aksi begal kerap meninggalkan trauma bahkan merenggut nyawa.

Dukungan yang mereka sampaikan bukan tanpa syarat. Ketegasan aparat, menurut mereka, harus tetap berjalan dalam koridor hukum.

Namun di tengah meningkatnya keresahan, kehadiran negara di jalanan menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar.

Komunitas ini juga mengajak masyarakat untuk tidak abai. Waspada, peduli, dan berani melapor jika melihat hal mencurigakan adalah bagian dari ikhtiar bersama melawan kejahatan.

Di ujung cerita, ada duka yang masih terasa. Gugurnya Arya Supena menjadi pengingat bahwa melawan kejahatan bukan tanpa harga.

Bagi para pengemudi ojol, pengorbanan itu bukan sekadar kabar. Itu adalah luka yang dekat dan harapan agar jalanan kembali menjadi tempat yang aman untuk pulang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *