Pemprov Lampung Akui Digitalisasi Tumpang Tindih, Semua Aplikasi Dipusatkan ke Lampung In

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. Dok: Ist.

Rembes.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya mengakui carut-marut pengelolaan aplikasi pemerintahan.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyatakan Pemprov tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sistem digital yang selama ini tersebar dan berjalan sendiri-sendiri di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bacaan Lainnya

Langkah ini disebut sebagai respons atas kritik publik yang menilai digitalisasi pemerintahan di Lampung minim arah, tumpang tindih, serta tidak memberi manfaat signifikan bagi masyarakat.

“Ke depan, semua aplikasi di OPD akan kita satukan dalam satu platform utama, yaitu Lampung In, sehingga tidak ada lagi aplikasi yang terlalu banyak dan membingungkan,” kata Marindo, pada Sabtu, (10/1/2026).

Marindo menyebut Lampung In akan diposisikan sebagai pusat layanan digital Pemerintah Provinsi Lampung sekaligus pintu masuk utama masyarakat untuk mengakses berbagai layanan pemerintahan.

Skema ini diharapkan menghentikan praktik pengembangan aplikasi sektoral yang selama ini tumbuh tanpa standar, koordinasi, dan integrasi yang jelas.

“Nantinya semua aplikasi di OPD kita satukan di Lampung In. Ini adalah masukan yang baik, dan kami berterima kasih atas kritik yang disampaikan,” ujarnya.

Menurut dia, integrasi aplikasi tidak hanya ditujukan untuk menyederhanakan akses layanan publik, tetapi juga untuk menekan pemborosan anggaran dan memperbaiki tata kelola transformasi digital di lingkungan Pemprov Lampung.

Dengan sistem terintegrasi, masyarakat tidak lagi dipaksa mengunduh banyak aplikasi berbeda untuk layanan yang serupa.

Marindo menegaskan, pemerintah daerah memandang kritik sebagai bagian dari evaluasi kebijakan, khususnya dalam pengelolaan digitalisasi pemerintahan yang selama ini dinilai lebih menonjolkan kuantitas aplikasi ketimbang kualitas layanan.

“Kami menerima kritik sebagai dorongan untuk memperbaiki manajemen digital. Ke depan akan terus kami benahi,” katanya.

Pemprov Lampung, lanjut Marindo, berkomitmen memperkuat transformasi digital melalui Lampung In agar layanan pemerintahan menjadi lebih cepat, sederhana, dan tidak membebani masyarakat maupun OPD, sejalan dengan visi pembangunan Lampung Maju dan Sejahtera.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *