Prof Hamzah Resmi Mendaftar Pilrek Unila, Bawa Tagline “Unila Berani”

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung, Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H., mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unila.

Rembes.com, Bandar Lampung – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung, Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H., mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unila periode 2027–2031.

Ia menyerahkan berkas pendaftaran ke Sekretariat Pemilihan Rektor di Gedung Rektorat Unila, Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Berkas Hamzah diterima Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum. Penyerahan berkas turut disaksikan Ketua Senat Unila Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., Koordinator Pendaftaran dan Verifikasi Prof. Dr. Novita Tresiana, S.Sos., M.Si., serta Verifikator Berkas Prof. Dr. Joni Agustian, S.T., M.Sc.

Panitia kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap dokumen persyaratan administrasi yang diserahkan Hamzah.

Dokumen tersebut mencakup formulir F1 hingga F13 yang menjadi persyaratan pendaftaran bakal calon rektor.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila Muhammad Akib mengatakan Hamzah merupakan bakal calon keenam yang mendaftar dalam Pilrek Unila 2027–2031.

“Pendaftaran Prof Hamzah pada siang ini merupakan bakal calon keenam yang siap mengikuti kontestasi pemilihan Rektor Unila,” kata Akib.

Menurut dia, tahapan berikutnya adalah tes kesehatan bagi seluruh bakal calon. Panitia selanjutnya akan melakukan seleksi administrasi terhadap dokumen pendaftaran.

Hamzah Kembali Maju

Hamzah mengatakan keputusannya maju dalam Pilrek Unila kali ini didasarkan pada pengalaman akademik dan pengelolaan perguruan tinggi yang telah dijalaninya.

Ia juga pernah mengikuti pemilihan rektor pada periode sebelumnya.

Selain itu, Hamzah pernah menjabat Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unila. Dari pengalaman tersebut, ia mengaku melihat sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki di lingkungan universitas.

“Pengalaman saya di SPI memberikan gambaran bahwa masih ada hal-hal yang perlu kita benahi agar Unila dapat berdiri kokoh sebagai perguruan tinggi terkemuka,” ujarnya.

Hamzah mengatakan visi yang ditawarkannya bertumpu pada pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut dia, ketiga bidang tersebut harus memberikan dampak nyata sekaligus memiliki wawasan kebangsaan.

Ia ingin pendidikan di Unila tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan memperkuat nasionalisme.

Membawa Tagline “Unila Berani”

Dalam pencalonannya, Hamzah menggunakan tagline “Unila Berani”.

Ia memaknai kata tersebut sebagai dorongan bagi sivitas akademika untuk menghadapi berbagai tantangan dan melakukan pembenahan.

Menurut Hamzah, Unila harus berani keluar dari bayang-bayang persoalan masa lalu, meningkatkan kepercayaan diri, dan meninggalkan zona nyaman.

Ia juga menyampaikan prinsip yang selama ini digunakan untuk memotivasi sivitas akademika tidak ada hal yang mudah, tetapi tidak ada pula sesuatu yang mustahil.

“Nothing is easy, but nothing is impossible,” kata dia.

Hamzah juga mengajak seluruh pihak menjaga suasana Pilrek Unila agar berlangsung damai. Ia meminta sivitas akademika tidak menjadikan kontestasi tersebut sebagai sumber perpecahan.

“Mari kita sama-sama berdoa untuk kebaikan dan kemajuan Universitas Lampung,” ujarnya.

Setelah proses pendaftaran, tahapan Pilrek Unila 2027–2031 akan dilanjutkan dengan verifikasi berkas, pengumuman hasil seleksi administrasi, serta tahapan pemilihan dan penetapan calon rektor sesuai jadwal yang ditetapkan Senat Unila.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *