Enam Nama Masuk Bursa Pilrek Unila, Siap Adu Gagasan Memajukan Kampus

Para calon rektor Unila diantaranya Prof. Warsito, Prof. Asep Sukohar, Dr. Budiyono, Prof. Rudy, Prof. Anna Gustina Zainal, dan Prof. Hamzah.

Rembes.com, Bandar Lampung – Bursa pemilihan Rektor Universitas Lampung atau Unila periode 2027-2031 kini diisi enam bakal calon.

Para calon rektor Unila diantaranya Prof. Warsito, Prof. Asep Sukohar, Dr. Budiyono, Prof. Rudy, Prof. Anna Gustina Zainal, dan Prof. Hamzah.

Bacaan Lainnya

Keenam bakal calon telah menyerahkan berkas pendaftaran dan persyaratan administrasi kepada Panitia Pemilihan Rektor Unila.

Dokumen pendaftaran diserahkan di Sekretariat Pemilihan Rektor, Gedung Rektorat Unila.

Pendaftaran enam bakal calon tersebut menandai dimulainya kontestasi untuk memimpin Unila selama empat tahun mendatang.

Mereka datang dengan latar belakang akademik dan gagasan yang berbeda mengenai arah pengembangan kampus.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, mengatakan proses penjaringan bakal calon dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas.

Tahapan pemilihan mengacu pada peraturan perundang-undangan serta Statuta Unila.

“Terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam pemilihan Rektor Unila periode 2027-2031. Mudah-mudahan proses ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh integritas,” kata Akib.

Akib meminta seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi menghindari kampanye negatif maupun kampanye hitam.

Menurut dia, pemilihan rektor semestinya menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, bukan saling menjatuhkan.

“Mari kita hindari proses-proses yang sifatnya negative campaign atau black campaign. Mari kita berjuang beradu gagasan,” ujarnya.

Penyerahan berkas dilakukan secara bertahap. Proses tersebut turut disaksikan Ketua Senat Unila Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., Sekretaris Senat Dr. Heru Wahyudi, S.E., M.Si., Koordinator Pendaftaran dan Verifikasi Prof. Dr. Novita Tresiana, S.Sos., M.Si., Sekretaris Panitia Dr. Agung Abadi Kiswandono, S.Si., M.Sc., serta tim verifikasi.

Panitia melakukan pemeriksaan awal terhadap dokumen persyaratan, termasuk formulir F1 hingga F13.

Warsito dan Asep Sukohar

Prof. Warsito menjadi salah satu bakal calon yang lebih awal menyerahkan berkas pendaftaran.

Setelah menyelesaikan proses administrasi, ia berharap seluruh tahapan pemilihan berlangsung harmonis dan menjunjung tinggi integritas.

“Mudah-mudahan proses pemilihan rektor ini dapat berjalan dengan baik, berintegritas, dan sesuai harapan kita bersama untuk terus melakukan transformasi Unila sejalan dengan visi dan misi pada Renstra,” kata Warsito.

Ia juga mengajak sivitas akademika yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan.

Sementara itu, Prof. Asep Sukohar menawarkan gagasan Unila Excellent. Guru besar Fakultas Kedokteran Unila tersebut mengatakan ingin berkontribusi mempercepat perbaikan dan optimalisasi tata kelola universitas.

“Saya ingin berkontribusi membantu mengakselerasi dan mengoptimalkan tata kelola di Universitas Lampung,” ujar Asep.

Budiyono Ingatkan Kampanye Hitam

Dr. Budiyono menyoroti pentingnya menjaga suasana pemilihan tetap sejuk sejak awal.

Setelah menyerahkan berkas, dia mengapresiasi sambutan panitia dan berharap kontestasi tidak diwarnai kampanye negatif, terlebih kampanye hitam.

Menurut Budiyono, Unila bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga institusi yang semestinya memberikan contoh mengenai moralitas dan integritas.

“Keberangkatan saya hari ini diselimuti suasana sejuk. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda bahwa pemilihan Rektor ke depan berlangsung kondusif, aman, serta menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Unila semakin maju dan berjaya,” kata Budiyono.

Dia berharap rektor terpilih mampu membawa Unila semakin kuat di Lampung, tingkat nasional, hingga internasional.

Rudy Membawa Tim Pendukung

Prof. Rudy menyerahkan dokumen pendaftaran dengan didampingi sejumlah pendukung, di antaranya pengacara Prof. Dr. Elza Syarief, S.H., M.H., CIQnR, CIQaR dan Muhammad Farhat Abbas, S.H., M.H.

Bagi Rudy, pendaftaran tersebut bukan sekadar langkah administratif. Setelah hampir 24 tahun mengabdi di Unila, dia mengatakan keinginan untuk ikut menentukan arah masa depan kampus terus ada.

“Bagaimanapun juga saya hampir 24 tahun pengabdian di Unila dan selalu terbersit dalam jiwa saya untuk memajukan Unila. Oleh karena itu kita harus ikut kontestasi ini,” ujar Rudy.

Rudy mengatakan akan mengikuti tata tertib yang ditetapkan Senat Unila, termasuk menjaga kontestasi dari kampanye negatif.

Dia berharap panitia mengawal seluruh tahapan agar pemilihan berlangsung berintegritas.

Anna Gustina Zainal Jadi Pendaftar Kelima

Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., menjadi bakal calon kelima yang menyerahkan berkas pendaftaran.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unila itu mendaftarkan diri pada Kamis, 3 September 2026, pukul 09.50 WIB.

Sebelum Anna, empat bakal calon telah lebih dulu menyerahkan berkas, yakni Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D.; Dr. Budiyono, S.H., M.H.; Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.; dan Prof. Dr. Rudy, S.H., LL.M., LL.D.

Dengan masuknya Anna, jumlah pendaftar ketika itu menjadi lima orang. Panitia kemudian melanjutkan tahapan pemeriksaan dan verifikasi dokumen pendaftaran.

Hamzah Mendaftar, Bawa “Unila Berani”

Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H. menjadi bakal calon keenam yang mendaftarkan diri. Guru besar Fakultas Hukum Unila itu menyerahkan berkas pendaftaran ke Sekretariat Pemilihan Rektor pada Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Berkas Hamzah diterima Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila Muhammad Akib.

Penyerahan tersebut turut disaksikan Ketua Senat Unila Herpratiwi, Koordinator Pendaftaran dan Verifikasi Novita Tresiana, serta Verifikator Berkas Prof. Dr. Joni Agustian, S.T., M.Sc.

Panitia memeriksa dokumen persyaratan administrasi Hamzah, termasuk formulir F1 hingga F13.

“Pendaftaran Prof Hamzah pada siang ini merupakan bakal calon keenam yang siap mengikuti kontestasi pemilihan Rektor Unila,” kata Akib.

Menurut Akib, tahapan berikutnya mencakup tes kesehatan bagi seluruh bakal calon dan seleksi administrasi terhadap dokumen yang telah diserahkan.

Hamzah bukan kali pertama mengikuti kontestasi pemilihan rektor.

Dia mengatakan keputusannya kembali maju didasarkan pada pengalaman akademik dan pengelolaan perguruan tinggi yang dimilikinya.

Hamzah juga pernah menjabat Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unila. Dari pengalaman tersebut, dia mengaku melihat sejumlah hal yang masih perlu dibenahi.

“Pengalaman saya di SPI memberikan gambaran bahwa masih ada hal-hal yang perlu kita benahi agar Unila dapat berdiri kokoh sebagai perguruan tinggi terkemuka,” ujarnya.

Visi yang ditawarkan Hamzah bertumpu pada pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut dia, ketiga bidang tersebut harus menghasilkan dampak nyata sekaligus memiliki wawasan kebangsaan.

Hamzah juga ingin pendidikan di Unila tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi turut menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan memperkuat nasionalisme.

Dalam pencalonannya, Hamzah membawa tagline “Unila Berani”.

Dia memaknai tagline tersebut sebagai ajakan kepada sivitas akademika untuk menghadapi tantangan, melakukan pembenahan, dan meninggalkan zona nyaman.

Menurut Hamzah, Unila harus berani keluar dari bayang-bayang persoalan masa lalu serta meningkatkan kepercayaan diri untuk berkembang.

“Nothing is easy, but nothing is impossible,” kata dia.

Hamzah juga mengajak seluruh pihak menjaga suasana Pilrek Unila agar berlangsung damai dan tidak menjadi sumber perpecahan.

“Mari kita sama-sama berdoa untuk kebaikan dan kemajuan Universitas Lampung,” ujarnya.

Menunggu Verifikasi Administrasi

Dengan pendaftaran Hamzah, enam nama resmi masuk dalam bursa bakal calon Rektor Unila periode 2027-2031.

Panitia selanjutnya melakukan verifikasi administrasi dan mengumumkan hasil seleksi sesuai tahapan yang telah ditetapkan Senat Unila.

Bakal calon yang memenuhi persyaratan akan mengikuti tahapan berikutnya, termasuk penyampaian visi dan misi hingga proses pemilihan dan penetapan rektor terpilih.

Enam bakal calon tersebut tidak hanya akan diuji melalui kelengkapan administrasi.

Gagasan mereka juga akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah Unila menghadapi tantangan pendidikan tinggi, riset, inovasi, tata kelola, serta persaingan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional.

Siapa pun yang terpilih nantinya tidak hanya membawa agenda pribadi. Ia akan menentukan arah perjalanan Universitas Lampung untuk periode 2027-2031.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *