Dua Akademisi Siap Daftar Besok, Bursa Bacarek Unila Jadi Enam

Dua akademisi, yakni Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila Prof. Anna Gustina Zainal dan Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Unila Prof. Hamzah.

Remebes.com, Bandar Lampung – Bursa Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031 kembali bertambah.

Dua akademisi, yakni Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila Prof. Anna Gustina Zainal dan Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Unila Prof. Hamzah, dijadwalkan menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon rektor pada pada Kamis, 3 September 2026.

Bacaan Lainnya

Keduanya menyusul empat akademisi yang lebih dahulu menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pemilihan Rektor Unila, yakni Prof. Warsito, Dr. Budiyono, Prof. Asep Sukohar, dan Prof. Rudy.

Dengan demikian, apabila Anna dan Hamzah benar-benar menyerahkan berkas sesuai rencana, jumlah pendaftar Pilrek Unila 2027-2031 akan menjadi enam orang.

Informasi mengenai rencana pendaftaran kedua akademisi tersebut disampaikan menjelang berakhirnya masa pendaftaran bakal calon rektor pada 4 September 2026.

Seperti dilansir Rilis.id melaporkan Anna dan Hamzah akan mendaftar pada Kamis, 3 September.

Hamzah telah mengonfirmasi rencana tersebut. Ia mengatakan akan menyerahkan berkas pendaftaran pada pukul 14.00 WIB dan datang tanpa tim pendukung.

“Iya benar, besok saya akan mendaftar Pilrek pukul 2 siang. Tidak membawa tim, hanya ditemani sopir saja,” kata Hamzah melalui pesan WhatsApp, Rabu, 2 September 2026.

Hamzah merupakan profesor bidang ilmu hukum dengan keahlian hukum perdata.

Ia juga pernah menduduki jabatan di Fakultas Hukum Unila, antara lain sebagai dekan bidang umum dan keuangan pada 2019.

Sementara itu, Anna Gustina Zainal saat ini menjabat Dekan FISIP Unila. Ia sebelumnya pernah menjadi Sekretaris Senat Unila pada 2021 dan kemudian menjabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Ia juga tercatat pernah terlibat dalam kepengurusan Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia periode 2025-2027.

Di bawah kepemimpinannya, FISIP Unila antara lain menjalin sejumlah kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Empat bacarek sudah mendaftar

Sebelum Anna dan Hamzah, empat akademisi telah resmi menyerahkan berkas pendaftaran.

Prof. Warsito menjadi pendaftar pertama pada 18 Agustus 2026. Berkasnya diterima Panitia Pemilihan Rektor Unila dan langsung menjalani verifikasi awal.

Dokumen yang diserahkan mencakup formulir F1 hingga F13 sesuai persyaratan pendaftaran.

Sehari kemudian, 19 Agustus, Dr. Budiyono menyusul menyerahkan berkas pendaftaran. Panitia juga melakukan verifikasi awal terhadap dokumen F1 sampai F13 yang diserahkan.

Pendaftar ketiga adalah Prof. Asep Sukohar. Guru Besar Fakultas Kedokteran Unila itu menyerahkan berkas pada 20 Agustus 2026.

Prof. Rudy kemudian menjadi pendaftar keempat. Ia menyerahkan berkas pada 28 Agustus 2026 dan mengikuti proses verifikasi administrasi sebagaimana kandidat lainnya.

Dengan masuknya dua nama baru, persaingan menuju kursi Rektor Unila periode 2027-2031 berpotensi semakin kompetitif.

Namun, status seseorang sebagai bakal calon tetap bergantung pada proses verifikasi dan tahapan seleksi yang dilakukan panitia sesuai ketentuan Pilrek.

Pendaftaran berakhir 4 September

Panitia Pemilihan Rektor Unila membuka pendaftaran bakal calon rektor pada 14 Agustus hingga 4 September 2026. Pendaftaran bersifat terbuka dan bakal calon wajib menyerahkan berkas secara langsung, tidak dapat diwakilkan.

Setelah masa pendaftaran ditutup, proses berlanjut pada verifikasi dan seleksi administrasi sebelum memasuki tahapan penyaringan untuk menentukan kandidat yang berhak mengikuti tahapan berikutnya.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Muhammad Akib, sebelumnya menegaskan bahwa proses penjaringan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel serta mengacu pada peraturan perundang-undangan dan statuta Unila.

Panitia juga mengingatkan seluruh pihak agar kontestasi tidak diwarnai kampanye negatif maupun kampanye hitam.

Para kandidat diharapkan mengedepankan gagasan mengenai arah pengembangan Unila.

Karena itu, penambahan kandidat pada hari-hari terakhir pendaftaran bukan sekadar memperbesar jumlah nama dalam bursa.

Tahapan berikutnya akan menjadi ruang bagi panitia dan sivitas akademika untuk menilai kelayakan administratif, rekam jejak, serta gagasan masing-masing kandidat sebelum proses pemilihan Rektor Unila 2027-2031 berlanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *