Di Hadapan 9.450 Mahasiswa Unila, Mirza: Kampus Bukan Sekadar Mengejar Gelar

Rembes.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan penguatan sumber daya manusia atau SDM menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

Menurut dia, kekayaan alam Lampung tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa kemampuan manusia untuk mengelola dan menciptakan nilai tambah.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Mirza saat menjadi narasumber dalam Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB Universitas Lampung 2026 di Gedung Serbaguna Unila pada Selasa, (11/8/2026).

PKKMB Unila tahun ini mengusung tema “Dari Kampus untuk Lampung Mahasiswa Berdampak bagi Daerah” dan diikuti 9.450 mahasiswa baru dari berbagai daerah di dalam maupun luar Lampung.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Mirza meminta masa perkuliahan tidak sekadar dimanfaatkan untuk mengejar gelar.

Ia mendorong mahasiswa menggunakan kehidupan kampus untuk membentuk karakter, cara berpikir, keberanian, serta kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.

“Kampus bukan hanya tempat untuk meraih gelar. Kampus mari kita jadikan tempat kita membentuk cara berpikir, membentuk karakter, keberanian, dan kepedulian,” ujar Mirza.

Menurut Mirza, keberagaman latar belakang mahasiswa Unila merupakan modal penting bagi pembangunan daerah.

Mahasiswa datang dari berbagai wilayah Lampung, luar daerah, bahkan luar negeri dengan pengalaman dan perspektif yang berbeda.

“Kampus akan menjadi rumah saudara, tempat adik-adik tumbuh menguji gagasan, dan yang paling penting adalah mempersiapkan masa depan untuk mendapatkan cita-cita,” kata dia.

54 Persen Komoditas Lampung Masih Mentah

Mirza mengatakan Lampung memiliki sejumlah komoditas unggulan yang menempati posisi penting di tingkat nasional hingga global. Namun, sekitar 54 persen komoditas tersebut masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan nilai tambah dari kekayaan alam Lampung belum sepenuhnya dinikmati masyarakat daerah.

Karena itu, Mirza meminta mahasiswa ikut memikirkan inovasi dan hilirisasi komoditas unggulan Lampung. Ia berharap ilmu yang diperoleh di kampus tidak berhenti di ruang kelas.

“Ilmu yang diperoleh selama di Unila harus kembali kepada rakyat dalam bentuk gagasan, inovasi, pelayanan, usaha, teknologi, dan yang paling penting dalam bentuk perubahan yang dapat dirasakan,” ujar dia.

Mahasiswa Disiapkan Menjadi Generasi Emas 2045

Mirza juga menyinggung bonus demografi yang dimiliki Lampung.

Besarnya populasi usia muda, kata dia, dapat menjadi kekuatan pembangunan jika dibarengi peningkatan kualitas pendidikan, karakter, dan keterampilan.

“Kunci kemajuan suatu peradaban adalah kualitas sumber daya manusia yang baik,” katanya.

Menurut Mirza, mahasiswa yang kini menempuh pendidikan tinggi akan menjadi calon pemimpin ketika Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045.

Karena itu, mereka diminta membekali diri dengan ilmu, akhlak, kemampuan beradaptasi, dan keberanian menghadapi persoalan.

“Persiapkan kualitas diri yang memiliki ilmu dan akhlak untuk menjadi generasi emas Indonesia di masa depan. Lampung membutuhkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berani turun menyelesaikan masalah daerah,” ujar Mirza.

Mirza berharap mahasiswa Unila tidak sekadar menjadi penonton pembangunan.

Mereka, kata dia, harus mampu menjadi agen perubahan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *