Buka UKW, Ganjar Ingatkan PWI Lampung: Kompetensi Bukan Sekadar Sertifikat

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo. Foto: Wildanhanafi/rembes.com.

Rembes.com, Bandar Lampung – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXXVIII Tahun 2026 di Balai Wartawan Solfian Akhmad, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Ganjar menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, era disrupsi digital menuntut insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi, tanpa meninggalkan nilai-nilai profesionalisme, moralitas, demokrasi, dan supremasi hukum.

Ia mencontohkan bagaimana perkembangan teknologi saat ini bahkan mampu memengaruhi sistem pertahanan dan keamanan suatu negara.

Karena itu, media juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

“Di tengah disrupsi digital ini, wartawan harus tetap berpegang pada profesionalisme, moralitas, demokrasi, dan supremasi hukum,” ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan, UKW bukan sekadar menguji kemampuan teknis seorang wartawan, tetapi juga menjadi sarana menguji integritas dan nilai-nilai yang dipegang dalam menjalankan profesi.

Menurutnya, kelulusan dalam UKW bukan akhir dari proses, melainkan awal pembuktian bahwa seorang wartawan mampu menerapkan etika jurnalistik dalam setiap karya yang dihasilkan.

“Ujian sesungguhnya adalah ketika wartawan menjalankan profesinya setelah dinyatakan kompeten,” katanya.

Ia juga mengapresiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang secara konsisten menyelenggarakan UKW sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Ganjar menyebut tantangan peningkatan kompetensi wartawan masih cukup besar.

Dari sekitar 14.500 anggota PWI di seluruh Indonesia, masih banyak yang belum mengikuti uji kompetensi.

Ia berharap peserta UKW Angkatan XXXVIII dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan baik dan terus meningkatkan kualitas diri setelah dinyatakan lulus.

Menurut Ganjar, keberadaan pers yang kuat, profesional, dan berintegritas sangat penting dalam sistem demokrasi.

“Pers yang kuat akan mendorong pemerintahan menjadi lebih baik, mampu menerima kritik secara konstruktif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah atau problem solving,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *