Gebyar Muharam, Majelis Taklim Al-Yaqin Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim

Rembes.com, Bandar Lampung – Majelis Taklim Al-Yaqin menggelar Gebyar Muharam 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim di lingkungan Tanjung Raya, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan itu menjadi momentum mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial sekaligus memaknai Tahun Baru Islam sebagai awal hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Ketua Majelis Taklim Al-Yaqin, Febri Nadriyah, mengatakan bulan Muharam tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga dikenal sebagai momentum berbagi kepada anak yatim.

“Muharam adalah momentum hijrah menuju kebaikan. Salah satu amalan mulia di bulan ini adalah berbagi kasih dengan anak yatim. Ini juga menjadi ikhtiar mempererat silaturahmi dan mengetuk pintu langit melalui doa-doa mereka,” kata Febri.

Ia mengutip hadis riwayat Bukhari tentang keutamaan menyantuni anak yatim.

Menurutnya, semangat kepedulian terhadap sesama harus terus dipelihara dan menjadi budaya di tengah masyarakat.

Febri juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap semangat berbagi tidak berhenti pada peringatan Muharam, melainkan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada anak-anak yatim yang hadir, Febri berpesan agar tetap bersemangat menuntut ilmu dan tidak kehilangan harapan.

“Kalian tidak sendiri. Ada Allah dan ada kami yang menyayangi. Jadilah anak saleh dan salehah yang membanggakan,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, Ustaz Jiddan, Lc., mengajak jamaah meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dengan meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbanyak amal kebaikan.

“Muharam adalah momentum introspeksi. Mari berhijrah, memperbaiki diri, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama, terutama anak yatim,” katanya.

Ia menambahkan, Tahun Baru Islam semestinya menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *