Mirza Ajak KAHMI Lampung Perkuat Sinergi untuk Dorong Pembangunan Daerah

Pelantikan Majelis Wilayah KAHMI dan Forhati Lampung periode 2026–2031. Foto: Biro Adpim.

Rembes.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat guna mendukung percepatan pembangunan daerah.

Ajakan itu disampaikan Mirza saat menghadiri pelantikan Majelis Wilayah KAHMI Lampung periode 2026–2031 di Mahan Agung, Bandar Lampung pada Kamis, (2/7/2026).

Pelantikan mengusung tema “Meneguhkan Solidaritas dan Memperkuat Sinergi KAHMI dalam Mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dan dipimpin Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Prof. Abdullah Puteh.

Dalam sambutannya, Mirza mengaku memiliki kedekatan emosional dengan keluarga besar KAHMI.

Menurut dia, organisasi alumni HMI itu merupakan salah satu organisasi yang berhasil membangun sistem kaderisasi sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkiprah di berbagai bidang.

“Kami menilai KAHMI sebagai salah satu organisasi yang sukses dalam melakukan kaderisasi,” kata Mirza.

Ia mengatakan, kader KAHMI kini tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari aparatur sipil negara, dunia usaha, akademisi, hingga berbagai bidang profesi lainnya.

Keberadaan para alumni tersebut, menurut dia, menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan di Provinsi Lampung.

“Kaderisasi KAHMI terbukti berhasil. Kader-kadernya mampu menempatkan diri di berbagai lapisan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi arah pembangunan bangsa,” ujarnya.

Karena itu, Mirza berharap KAHMI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat.

“Bagaimana ke depan KAHMI bisa terus berkolaborasi dengan semua segmen masyarakat demi mewujudkan Lampung Maju,” katanya.

Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Lampung, Budiyono, mengatakan kepengurusan baru membawa tanggung jawab besar untuk memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.

Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung itu, KAHMI menjadi rumah bersama bagi para intelektual, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga politisi.

Ia menilai tantangan terbesar organisasi saat ini adalah menghadirkan program-program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tantangan KAHMI saat ini adalah bagaimana menjaga dan mewujudkan program-program yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Lampung. Kami berharap bisa terus memberi kontribusi terbaik bagi bangsa ini,” ujar Budiyono.

Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Prof. Abdullah Puteh, mengatakan KAHMI memiliki modal besar berupa jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari perguruan tinggi, kementerian, parlemen, hingga lembaga negara.

Ia berharap para alumni tetap menjaga semangat HMI sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi, dan bernafaskan Islam.

Puteh juga menyatakan KAHMI mendukung program pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui agenda Asta Cita.

“Ke depan, semua gagasan dan program Presiden Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita harus kita dukung penuh,” kata Puteh.

Menurut dia, berbagai program pemerintah memiliki tujuan yang baik, meski pelaksanaannya masih memerlukan penyempurnaan, terutama dari sisi manajemen.

Karena itu, ia meminta KAHMI Lampung mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah bersama Pemerintah Provinsi Lampung.

“Kita perbaiki bersama kelemahan manajemen. KAHMI Lampung sangat diperlukan untuk mendukung Gubernur Lampung karena Provinsi Lampung merupakan salah satu pintu gerbang Sumatra,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *