Kolaborasi PLN dan Warga Katibung  Menanam 1.800 Pohon

Rembes.com, Bandar Lampung – Sejumlah warga Dusun Gotong Royong, Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, tampak sibuk menanam bibit pohon di lahan yang menghadap perbukitan, Jumat, 5 Juni 2026.

Di bawah terik matahari, tangan-tangan mereka menimbun tanah, seolah sedang menyimpan harapan untuk masa depan.

Bacaan Lainnya

Hari itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tak berhenti pada seremoni.

PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tarahan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Rangai Sejahtera memilih bekerja langsung menanam 1.800 bibit pohon.

“Ini bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam masa depan,” ujar Manager PLN Nusantara Power UP Tarahan dalam sambutannya.

Bibit yang ditanam bukan jenis sembarangan. Ada durian, alpukat, pala, hingga cengkeh tanaman yang kelak tak hanya menghijaukan hutan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghidupan warga.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai pihak pemerintah, masyarakat, hingga pengelola hutan sosial.

Kepala Desa Rangai Tri Tunggal, Rusda, Ketua KTH Ade Suherman, serta perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dan Balai Perhutanan Sosial Palembang hadir, menyaksikan sekaligus ikut menanam.

Bagi Ismet Sahbani dari Balai Perhutanan Sosial Palembang, yang terpenting bukan jumlah pohon yang ditanam hari ini, melainkan keberlanjutan setelahnya.

“Harapannya, pohon-pohon ini dirawat sampai berbuah. Di situlah manfaat sebenarnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Awal Budiantoro dari Dinas Kehutanan Lampung.

Ia mengingatkan, keberhasilan penghijauan tidak berhenti di penanaman.

“Menanam itu awal. Memelihara adalah kunci,” ujarnya.

Di sela kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis bibit kepada kelompok tani.

Namun yang lebih terasa bukan simbolnya, melainkan kebersamaan yang tumbuh dari kegiatan tersebut.

Warga, pegawai PLN, hingga aparat pemerintah bekerja berdampingan, menanam di lahan yang sama.

PLN Nusantara Power UP Tarahan melihat kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen yang lebih besar menjaga keseimbangan antara energi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

Di Rangai, pohon-pohon itu kini masih kecil. Tapi di tangan warga, mereka berpotensi tumbuh menjadi lebih dari sekadar tanaman ia bisa menjadi peneduh, penjaga tanah, sekaligus sumber penghidupan.

Dan seperti yang terlihat hari itu, masa depan memang sedang ditanam, satu lubang, satu bibit, satu harapan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *