Evakuasi Banjir Berujung Tiga Jari Putus, Pemkot Jangan Tutup Mata

Diduga akibat kurang fokus, tangan Akbar tersedot ke dalam mesin. Tiga jarinya putus seketika. Dok: Ilustrasi.

Rembes.com, Bandar Lampung – Nasib nahas menimpa Aulia Ahmad Akbar, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, saat menjalankan tugas evakuasi banjir di Gang Onta, Kecamatan Kedaton.

Alih-alih mendapat perlindungan maksimal saat bertugas, Akbar justru mengalami kecelakaan kerja serius.

Bacaan Lainnya

Insiden terjadi usai waktu istirahat salat zuhur, ketika korban dalam kondisi kelelahan mencoba membersihkan mesin pompa penyedot air yang masih menyala.

Diduga akibat kurang fokus, tangan Akbar tersedot ke dalam mesin. Tiga jarinya putus seketika.

Kini, Akbar terbaring di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, menunggu tindakan operasi dari tim medis.

Kondisinya membutuhkan penanganan intensif, termasuk proses pemulihan jangka panjang.

Pihak keluarga menyebut, insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cerminan minimnya standar keselamatan kerja bagi petugas di lapangan.

“Ini terjadi saat dia menjalankan tugas kemanusiaan. Seharusnya ada perhatian serius,” ujar ayah korban.

Di tengah kondisi yang belum stabil, Akbar juga berharap adanya tanggung jawab dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, baik dalam bentuk penanganan medis maupun jaminan pemulihan pascakejadian.

Kasus ini menjadi alarm keras di balik kerja-kerja penanggulangan bencana, keselamatan petugas justru kerap luput dari perhatian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *