Pengembangan RSPTN Unila Jadi Agenda Strategis, Prof Asep dalam Program Unila Excellent

Rembes.com, Bandar Lampung – Bakal calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., menawarkan pengembangan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila sebagai salah satu program strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan kemandirian finansial universitas.

Gagasan tersebut dinilai memiliki relevansi dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan, serta upaya pemerintah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan nasional.

Bacaan Lainnya

Asep, yang merupakan bakal calon rektor nomor urut 5, menyampaikan gagasan itu dalam sosialisasi bakal calon rektor Unila di Gedung Serba Guna (GSG) Unila pada Rabu, (28/10/2026).

Menurut Asep, pengembangan RSPTN Unila tidak semata-mata berorientasi pada penguatan institusi pendidikan, tetapi juga perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Pengembangan layanan kesehatan dapat mencakup klinik spesialis, layanan hemodialisis, serta berbagai bentuk kerja sama pelayanan kesehatan,” kata Asep.

Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari program Unila Excellent yang ditawarkannya untuk mendorong transformasi Unila menjadi perguruan tinggi unggul, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat.

Selaras dengan Asta Cita Bidang Kesehatan

Secara substantif, gagasan pengembangan RSPTN Unila berkaitan dengan Asta Cita keempat, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan.

Rumah sakit pendidikan memiliki peran strategis karena dapat mengintegrasikan pelayanan pasien, pendidikan tenaga kesehatan, penelitian, dan inovasi medis.

Dengan pengembangan yang terarah, RSPTN Unila berpotensi menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis.

Keterkaitan tersebut juga sejalan dengan agenda pembangunan kesehatan nasional, termasuk penguatan layanan kesehatan, peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan, serta pengembangan tenaga kesehatan yang berkualitas.

Meski demikian, realisasi kontribusi RSPTN terhadap agenda nasional tersebut memerlukan perencanaan yang terukur, kesiapan sumber daya manusia, kelengkapan sarana dan prasarana, serta tata kelola rumah sakit yang profesional.

Bagi Unila, pengembangan RSPTN juga berpotensi memperkuat pendidikan kedokteran dan menyediakan ruang bagi dosen serta mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi klinis, penelitian, dan inovasi pelayanan kesehatan.

Bidik Pendapatan di Luar UKT

Selain meningkatkan pelayanan kesehatan, Asep menempatkan pengembangan RSPTN sebagai salah satu strategi memperkuat kemandirian finansial universitas.

Menurutnya, Unila perlu mengembangkan sumber pendapatan di luar uang kuliah tunggal (UKT) agar memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Upaya tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui pengembangan layanan kesehatan, optimalisasi aset universitas, serta perluasan kerja sama dengan berbagai mitra.

Pengembangan RSPTN menjadi salah satu agenda yang akan didorong bersama transformasi digital melalui konsep smart campus, penguatan riset, dan komersialisasi hasil penelitian.

Asep juga menargetkan sedikitnya 10 hasil riset memasuki tahap hilirisasi dalam 100 hari pertama apabila terpilih sebagai rektor.

Pada tahun kedua, ia menargetkan sedikitnya 50 hasil riset dapat memasuki tahap hilirisasi.

Melalui program Unila Excellent, Asep berharap pengembangan layanan kesehatan, pendidikan, dan riset dapat berjalan beriringan.

Dengan demikian, RSPTN Unila tidak hanya mendukung kebutuhan akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.

Gagasan tersebut menjadi salah satu tawaran Asep dalam mendorong Unila memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berdampak, sekaligus mengambil bagian dalam agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *