Panggung Ceria TK IT Anak Cerdas, Menyulam Keberanian Anak di Usia Emas

Pentas Seni TK IT Anak Cerdas.

Rembes.com, Bandar Lampung – Tawa riang dan tepuk tangan bergema di halaman TK IT Anak Cerdas pada Rabu, (14/5/2026).

Pagi itu, puluhan siswa Kelompok A tampil dalam pentas seni Tahun Ajaran 2025/2026 sebuah ruang kecil yang menjadi panggung besar bagi keberanian anak-anak mengekspresikan diri.

Bacaan Lainnya

Sejak acara dimulai, satu per satu siswa naik ke panggung dengan balutan kostum berwarna-warni.

Ada yang menari dengan lincah, bernyanyi penuh semangat, hingga membacakan doa dengan suara polos yang mengundang haru.

Di hadapan orang tua dan guru, mereka tampil tanpa ragu meski sesekali terlihat malu-malu. Sorak dukungan dari wali murid tak pernah berhenti.

Setiap penampilan disambut tepuk tangan, menciptakan suasana hangat yang memperlihatkan betapa pentingnya kehadiran orang tua dalam setiap proses tumbuh kembang anak.

Kepala TK IT Anak Cerdas, Sri Apriani, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar hiburan.

Pentas seni, menurutnya, adalah bagian dari proses pembelajaran yang memberi ruang bagi anak untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian tampil di depan umum.

“Kami berterima kasih kepada seluruh wali murid yang hadir. Ini menjadi kebahagiaan sekaligus semangat bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Sri Apriani.

Ia menekankan, pendidikan usia dini merupakan fase penting atau golden age yang menentukan pembentukan karakter anak.

Pada fase ini, anak tidak hanya dikenalkan pada kemampuan akademik dasar, tetapi juga nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bersosialisasi.

“Harapannya, pondasi ini bisa menjadi bekal mereka untuk melangkah ke jenjang berikutnya,” katanya.

Selama proses persiapan, para siswa didampingi wali kelas Rosita dan Cindy Wulandari.

Keduanya berperan aktif membimbing anak-anak, tidak hanya dalam menghafal gerakan atau lagu, tetapi juga menumbuhkan keberanian dan kemandirian.

Bagi pihak sekolah, pentas seni menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi perkembangan emosional dan sosial anak.

Melalui kegiatan semacam ini, anak belajar mengenali potensi diri sekaligus membangun interaksi dengan lingkungan sekitar.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan wali murid.

Momen sederhana itu menjadi penanda kebersamaan sekaligus kenangan awal perjalanan pendidikan anak-anak sebelum melangkah ke sekolah dasar.

Di balik panggung kecil itu, tersimpan proses besar anak-anak yang sedang belajar berani, belajar tampil, dan perlahan menemukan dirinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *