PWI Lampung Matangkan Persiapan Porwanas 2027, Bidik Emas Biliar hingga Juara Umum

Rembes.com, Bandar Lampung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Salah satu langkah awal dilakukan melalui uji tanding cabang olahraga (cabor) biliar di Faxi Biliar, Pahoman, Bandar Lampung pada Selasa, (25/8/2026).

Bacaan Lainnya

Sebanyak tujuh atlet mengikuti latihan bersama tersebut. Uji tanding menjadi bagian dari pemetaan kemampuan sekaligus membangun kekompakan tim sebelum memasuki program latihan yang lebih terukur.

Penanggung Jawab Cabor Biliar Porwanas 2027, Syahroni Yusuf, mengatakan persiapan atlet telah dilakukan secara bertahap sejak pelaksanaan Porwanas sebelumnya.

Menurut Syahroni, proses seleksi berlangsung dalam beberapa tahap. Seleksi pertama digelar pada Januari 2025 dan menghasilkan dua atlet.

Seleksi berikutnya dilakukan pada September 2025 dengan kembali menjaring dua atlet.

“Dari hasil seleksi tersebut, kami melengkapi hingga saat ini ada tujuh atlet yang sudah kami persiapkan,” kata Syahroni.

Persiapan tersebut, kata dia, dilakukan mengikuti arahan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Lampung dan jajaran PWI Lampung.

Selain menyusun komposisi atlet, PWI Lampung telah menunjuk manajer untuk menangani tim biliar.

Manajer Cabor Biliar PWI Lampung, Afrizal, mengatakan uji tanding diperlukan untuk mengetahui kemampuan masing-masing atlet sekaligus menentukan langkah pembinaan berikutnya.

“Harapan saya kepada teman-teman atlet yang sudah ditunjuk, kita bisa sama-sama melihat bagaimana langkah ke depan menghadapi Porwanas 2027. Karena kita tuan rumah, tentu kita harus mendapatkan hasil terbaik,” ujar Afrizal.

Ia mengatakan latihan akan dilakukan secara rutin. PWI Lampung juga berencana menunjuk pelatih khusus pada November 2026 untuk meningkatkan kemampuan teknis para atlet.

Afrizal memasang target sedikitnya dua medali emas dari cabor biliar. Ia bahkan menjanjikan penghargaan khusus bagi atlet yang berhasil menyumbangkan emas.

“Kalau teman-teman mendapatkan medali emas, insyaallah saya akan memberangkatkan mereka umrah. Itu bentuk komitmen saya sebagai manajer,” kata Afrizal.

Menurut dia, status Lampung sebagai tuan rumah justru menambah tekanan sekaligus tanggung jawab bagi atlet.

Karena itu, disiplin latihan menjadi salah satu syarat utama untuk mencapai target.

Ketua Harian Porwanas 2027, Supriadi Alfian, menyambut positif dimulainya persiapan tim biliar Lampung.

Ia menilai peluang Lampung meraih emas terbuka lebar, terlebih provinsi ini bertindak sebagai tuan rumah.

Lampung, kata Supriadi, memiliki rekam jejak prestasi dalam sejumlah penyelenggaraan Porwanas. Salah satu atlet yang masih aktif, Okta, disebut pernah menyumbangkan medali emas.

“Karena kita tuan rumah, peluang untuk meraih emas di Lampung sangat besar,” kata Supriadi.

Ia juga menilai penunjukan Afrizal sebagai manajer tim tepat karena memiliki pengalaman dan kedekatan dengan olahraga biliar.

Namun, Supriadi tidak ingin target tim berhenti pada dua emas. Dari delapan medali emas yang diperebutkan pada cabor biliar, ia berharap Lampung dapat merebut sedikitnya empat hingga lima emas.

“Minimal empat atau lima emas harus kita raih,” ujarnya.

Menurut Supriadi, target tersebut membutuhkan program latihan yang konsisten, uji tanding secara berkala, serta evaluasi kemampuan atlet.

“Kalau kita ingin menargetkan sesuatu, setelah latihan rutin harus ada uji tanding. Kita harus tahu kemampuan kita, menang atau kalah,” katanya.

Ia meminta tujuh atlet yang telah dipersiapkan mulai membangun kekompakan dan menjaga konsistensi latihan.

“Yang paling penting disiplin. Teman-teman harus disiplin mengikuti latihan. Tanpa disiplin, target tidak Venue dan Pengamanan Pertandingan.

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengatakan persiapan Porwanas tidak hanya menyangkut prestasi atlet, tetapi juga kesiapan penyelenggaraan.

Ia berharap seluruh pihak mendukung persiapan agar Lampung mampu menjalankan peran sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi.

Dalam pengalaman mengikuti sejumlah Porwanas, Wirahadikusumah mengatakan kondisi arena pertandingan dapat sangat ramai.

Karena itu, pengaturan penonton dan akses ke arena pertandingan harus disiapkan sejak awal.

Ia mencontohkan penyelenggaraan Porwanas di Kalimantan dan Malang. Area pertandingan saat itu dipasangi police line untuk memastikan penonton tidak masuk ke arena pertandingan.

“Pengaturan ini berlaku ketat untuk siapa saja. Baik Ketua PWI maupun Ketua Umum tidak diperkenankan masuk ke arena saat pertandingan sedang berlangsung,” kata dia.

Menurut Wirahadikusumah, pengaturan tersebut penting untuk menjaga konsentrasi atlet sekaligus memastikan pertandingan berlangsung sesuai ketentuan.

Ia juga meminta dukungan Sekretaris Jenderal dan Pelaksana Tugas Ketua Persatuan Olahraga Perusahaan Seluruh Indonesia (POPSI), khususnya terkait regulasi, aturan pertandingan, dan penugasan wasit.

“Kami sangat mengharapkan dukungannya dalam ajang Porwanas ini. Terkait regulasi, aturan main, hingga penugasan wasit, kami akan terus berkoordinasi dengan POPSI,” ujarnya.

Wirahadikusumah mengatakan venue latihan biliar juga perlu dipersiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan atlet dan standar pertandingan.

Pengelola Faxi Biliar disebut telah menyatakan kesiapan mendukung tempat tersebut sebagai lokasi latihan.

Wirahadikusumah menilai Porwanas memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar kompetisi atau ajang silaturahmi antarwartawan.

Menurut dia, Porwanas secara historis dirancang para senior PWI sebagai wadah bagi wartawan olahraga untuk menguji kesiapan mereka sebelum meliput Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Porwanas ini juga menjadi ajang persiapan bagi wartawan dari seluruh Indonesia yang akan meliput PON,” katanya.

Wartawan, menurut dia, selama ini terbiasa berada di posisi yang mengamati dan memberitakan pertandingan. Melalui Porwanas, wartawan juga merasakan langsung tekanan sebagai atlet.

Pengalaman tersebut diharapkan membuat wartawan olahraga memahami atmosfer pertandingan secara lebih utuh sehingga menghasilkan pemberitaan yang lebih mendalam.

“Jadi, ajang ini memiliki filosofi yang lebih mendalam, bukan sekadar ajang silaturahmi atau kumpul-kumpul semata,” ujar Wirahadikusumah.

Ia mengatakan persiapan menuju Porwanas 2027 juga akan ditandai dengan kick-off HPN dan Porwanas pada 29 November 2026.

PWI Lampung berharap Sekjen PWI Pusat dan jajaran pengurus PWI Pusat dapat hadir dalam agenda tersebut.

Wirahadikusumah mengapresiasi gerak cepat jajaran panitia dan manajemen tim dalam memulai persiapan.

Menurut dia, konsolidasi dilakukan dalam waktu singkat melalui serangkaian rapat.

Sekretaris PWI Pusat Marthen Selamet Susanto menilai target prestasi Lampung pada Porwanas 2027 bukan sesuatu yang mustahil.

Ia mengatakan persiapan Lampung terlihat lebih agresif, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pembinaan atlet.

Marthen menyebut Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah aktif menggalang dukungan untuk penyelenggaraan Porwanas dan HPN.

Menurut dia, sejumlah tokoh nasional dan tokoh asal Lampung telah ditemui untuk memastikan dukungan terhadap agenda tersebut.

“Dari sisi dukungan penyelenggaraan, Bang Wira selalu memberi kabar ke saya saat berada di Jakarta dan bertemu dengan berbagai pihak untuk menggalang dukungan pelaksanaan HPN dan Porwanas,” kata Marthen.

Ia juga membandingkan persiapan Lampung dengan sejumlah daerah lain. Menurut Marthen, persiapan kontingen Lampung justru terlihat lebih serius.

“Saya melihat persiapan Lampung ini luar biasa,” ujarnya.

Marthen menilai Lampung memiliki peluang untuk menjadi juara umum dengan memaksimalkan cabang olahraga yang memiliki peluang medali besar.

Menurut dia, juara umum tidak selalu ditentukan oleh keberhasilan di cabang paling populer seperti mini soccer.

“Kalau kalah di mini soccer, kita bisa mengambil dua emas dari biliar, dua dari bulu tangkis, dan empat dari karya jurnalistik. Saya yakin Lampung bisa menjadi juara umum,” katanya.

Menurut dia, strategi tersebut memungkinkan karena setiap cabang hanya menyumbangkan jumlah medali tertentu. Karena itu, kontingen tuan rumah harus mampu mengoptimalkan cabang yang menjadi kekuatan lokal.

Marthen juga menilai venue yang dipersiapkan Lampung cukup representatif. Ia optimistis Lampung dapat meraih dua keberhasilan sekaligus sukses sebagai tuan rumah dan sukses secara prestasi.

Lampung Bersiap Menuju PON 2032

Marthen mengatakan keseriusan Lampung menjadi tuan rumah Porwanas 2027 sejalan dengan ambisi daerah tersebut dalam menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Banten.

Ia menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional di Lampung menunjukkan meningkatnya kesiapan daerah dari sisi fasilitas maupun dukungan pemerintah.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Bapak Gubernur yang serius memajukan Lampung, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai sarana peningkatan prestasi atlet,” ujar Marthen.

Menurut dia, penyelenggaraan event nasional berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi Lampung, termasuk terhadap sektor pariwisata dan perhotelan.

Ia mencontohkan tingginya kebutuhan akomodasi ketika kegiatan berskala nasional berlangsung di Lampung.

“Di hari-hari biasa saja, seperti hari Sabtu, mencari kamar hotel di Lampung sudah sangat sulit,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *