SPMB SMA Unggulan Lampung Dinilai Makin Transparan, Akademisi UTB: Minim Celah Titipan

Akademisi Universitas Tulang Bawang (UTB), Ahadi Fajrin Prasetya. Ilustrasi: Wildanhanafi/rembes.com.

Rembes.com, Bandar Lampung – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Unggulan Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2026/2027 menuai apresiasi.

Akademisi Universitas Tulang Bawang (UTB), Ahadi Fajrin Prasetya, menilai proses seleksi tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.

Bacaan Lainnya

Menurut Ahadi, penerapan tes berbasis komputer yang dilakukan secara daring menjadi salah satu indikator utama perubahan tersebut.

Peserta, kata dia, kini dapat langsung mengetahui hasil tes yang mereka kerjakan tanpa harus menunggu pengumuman berjenjang seperti sebelumnya.

“Ini langkah maju. Ketika hasil bisa dilihat langsung oleh peserta, ruang spekulasi publik menjadi sempit. Transparansi seperti ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Dekan Fakultas Hukum UTB itu pada Kamis, (11/6/2026).

Ia menegaskan, sistem yang terbuka menjadi penanda bahwa proses seleksi berjalan berdasarkan kompetensi, bukan karena kedekatan atau intervensi pihak tertentu.

Dalam konteks ini, meritokrasi dinilai mulai menemukan bentuknya dalam sistem pendidikan di Lampung.

Ahadi juga menyoroti peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang dinilai serius membenahi mekanisme penerimaan peserta didik melalui pendekatan berbasis teknologi.

“Upaya membangun sistem yang modern dan akuntabel terlihat jelas. Ini bukan hanya soal teknis seleksi, tapi juga soal komitmen menjaga integritas,” katanya.

Meski demikian, ia tak menampik adanya sejumlah kendala teknis selama proses seleksi berlangsung.

Namun, menurutnya, hal tersebut masih dalam batas wajar mengingat skala pelaksanaan yang melibatkan banyak peserta.

“Dalam sistem berbasis teknologi, gangguan teknis itu hal yang mungkin terjadi. Yang penting adalah respons cepat dari penyelenggara agar tidak mengganggu jalannya seleksi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Ahadi menilai SPMB tahun ini berjalan sukses dan lebih baik dibandingkan pola sebelumnya yang kerap memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

Ia pun berharap model seleksi berbasis kompetensi dan transparansi ini dapat dipertahankan, bahkan diperkuat, pada tahun-tahun mendatang.

“SPMB yang bersih dan bebas intervensi adalah fondasi penting untuk melahirkan generasi unggul. Ini harus dijaga konsistensinya,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *