LPW Desak Penindakan Tegas Curas, Kapolda Lampung: Tembak di Tempat

Ilustrasi AI Ketua Lampung Police Watch MD.Rizani apresiasi Polda Lampung.

Rembes.com, Bandar Lampung – Ancaman kejahatan jalanan, khususnya pencurian dengan kekerasan (curas), kembali menjadi sorotan.

Lampung Police Watch (LPW) mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas sebelum korban terus berjatuhan.

Bacaan Lainnya

Koordinator LPW, MD Rizani, menilai situasi saat ini tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa.

Ia menegaskan aparat harus hadir dengan langkah konkret dan terukur untuk menekan angka kejahatan yang kian meresahkan masyarakat.

“Aparat harus sungguh-sungguh menumpas pelaku curas sebelum bertambah korban, baik masyarakat maupun aparat penegak hukum,” ujar Rizani kepada redaksi rembes.com pada Jumat, (15/5/2026).

Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, LPW juga mengapresiasi langkah cepat Polda Lampung dalam mengungkap kasus penembakan terhadap Brigadir Anumerta Arya Supena.

Menurut Rizani, hal tersebut menunjukkan negara tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan.

Tak hanya itu, LPW turut menyoroti lemahnya pengawasan terhadap kendaraan bermotor yang dinilai membuka celah peredaran kendaraan ilegal.

Kondisi ini, kata dia, berpotensi memperbesar ruang gerak pelaku kejahatan.

“Lemahnya pengawasan membuka peluang transaksi kendaraan ilegal,” katanya.

LPW pun mendorong Direktorat Lalu Lintas untuk memperketat razia, memastikan keabsahan surat-surat kendaraan, hingga menyita kendaraan tanpa nomor polisi sampai terbukti kepemilikannya sah.

Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai kejahatan jalanan.

Di sisi lain, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku begal.

Ia bahkan telah menginstruksikan jajarannya untuk mengambil tindakan tegas di lapangan.

“Yang mau coba-coba silakan. Kami sudah perintahkan tembak di tempat para pelaku begal karena sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Helfi menilai motif kejahatan saat ini tidak lagi sekadar persoalan ekonomi, melainkan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

“Mereka bukan lagi karena urusan perut. Mereka melakukan pencurian untuk membeli narkoba,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Polda Lampung memastikan kebijakan penindakan tegas akan terus diterapkan sebagai upaya menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *