Ada Jejak Dewan di Wira Garden, Dua Nyawa Melayang, Tanggung Jawab Menguap?

Disaat proses pencarian dua mahasiswa yang hanyut di tempat wisata Wira Garden. Dok: Rembes.com.

Rembes.com, Bandar Lampung – Wira Garden tak lagi sekadar ruang rekreasi. Ia berubah menjadi ruang sunyi yang menyisakan duka dan pertanyaan yang tak kunjung dijawab.

Dua mahasiswi Universitas Lampung terseret arus deras di aliran sungai dalam kawasan itu, 2 April lalu.

Bacaan Lainnya

Tak ada peringatan dini. Tak tampak sistem pengamanan di titik rawan. Keduanya tak terselamatkan.

Peristiwa itu membuka lapisan yang lebih dalam siapa sesungguhnya yang mengelola kawasan ini, dan bagaimana standar keselamatan diterapkan?

Di tengah sorotan, berinisial RA mencuat. Ia disebut memiliki keterkaitan dengan pengelolaan Wira Garden isu yang menjadi sensitif karena statusnya sebagai anggota DPRD Kota Bandar Lampung.

Bukan hanya soal dugaan keterkaitan pengelolaan. Wira Garden juga disebut kerap menjadi lokasi kegiatan resmi sang legislator di daerah pemilihannya.

Agenda seperti sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dilaksanakan di sana bukan sekali.

“Ya, pernah diundang Pak Dewan, dua kali,” ujar seorang warga Telukbetung, pada Rabu, (8/4/2026).

Di titik ini, garis antara ruang publik dan kepentingan pribadi mulai kabur.

Jika benar ada irisan antara jabatan publik dan pengelolaan kawasan wisata, maka pertanyaan tentang konflik kepentingan tak bisa dihindari.

Sementara itu, kondisi di lapangan justru berbicara lain.

Kawasan dengan arus air yang dikenal berubah cepat tetap terbuka tanpa pengamanan memadai.

Minim rambu peringatan. Pengawasan nyaris tak terlihat. Mitigasi risiko seolah tak menjadi prioritas.

Tragedi telah terjadi. Fakta mulai terkuak. Namun satu hal masih menggantung:

Di mana tanggung jawab itu berlabuh?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *