31 Wartawan Lulus UKW PWI Lampung, Integritas Tetap Diuji

Rembes.com, Bandar Lampung – Sebanyak 31 wartawan pulang membawa predikat kompeten dari Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XXXVIII PWI Lampung.

Namun, di balik seremoni kelulusan itu terselip satu pesan yang terasa lebih penting daripada selembar sertifikat kompetensi baru benar-benar diuji ketika ruang kelas ditinggalkan dan tekanan lapangan dimulai.

Bacaan Lainnya

Dari 36 peserta yang terdaftar, hanya 31 dinyatakan kompeten setelah menjalani serangkaian mata uji di Balai Solfian Akhmad, Kantor PWI Lampung, pada 9–10 Juli 2026. Kelulusan itu menjadi awal, bukan garis akhir.

Perwakilan penguji, Dr. Iskandar Zulkarnain, mengumumkan hasil tersebut seraya memberi semangat kepada peserta yang belum berhasil.

“Selamat bagi yang lulus dan tetap semangat bagi yang belum. Kesempatan masih terbuka,” ujarnya.

Namun, penutupan UKW justru menghadirkan “tamparan halus” bagi para peserta yang lolos. Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, mengingatkan bahwa sertifikat kompetensi tidak otomatis menjadikan seseorang wartawan yang baik.

Ia meminta peserta yang dinyatakan kompeten tidak cepat berpuas diri.

Sebab, menurutnya, dunia jurnalistik tidak mengukur kualitas wartawan dari bingkai sertifikat yang dipajang di dinding, melainkan dari konsistensi menjaga fakta, integritas, dan keberanian mempertahankan kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.

“Selembar sertifikat tidak bisa mewakili kita bila di lapangan tidak diterapkan semua yang telah dipelajari,” katanya.

Satire itu terasa relevan di era ketika informasi menyebar lebih cepat daripada proses verifikasi.

Hari ini, wartawan bukan lagi satu-satunya pihak yang mendistribusikan berita. Media sosial telah mengubah peta permainan.

Siapa pun bisa menjadi penyebar informasi, tetapi tidak semua mampu memastikan informasi itu benar.

Karena itu, Wirahadikusumah menegaskan peran wartawan justru semakin penting sebagai clearing house informasi.

Verifikasi dan uji fakta, katanya, menjadi benteng terakhir agar publik tidak tenggelam dalam banjir kabar yang belum tentu benar.

“Berita harus berdasarkan fakta agar masyarakat menerima informasi yang benar dan jernih,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh insan pers di Lampung menyukseskan Hari Pers Nasional (HPN) dan PORWANAS 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung.

Pesan serupa datang dari penguji PWI Pusat, Marah Sakti.

Menurutnya, tantangan terbesar wartawan saat ini bukan sekadar lulus UKW, melainkan menjaga integritas ketika berhadapan dengan kepentingan, tekanan, dan godaan yang terus berkembang.

Sebab pada akhirnya, yang diuji publik bukan nomor sertifikatnya, melainkan apakah setiap berita yang ditulis masih berpihak pada fakta, atau justru ikut hanyut dalam arus yang paling ramai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *