Lampung Panen Penghargaan Syariah, Dapur Warga Masih Menunggu Kabar Baik

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima penghargaan itu langsung di Jakarta. Dok: Biro Adpim.

Rembes.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung kembali membawa pulang tiga penghargaan dari panggung nasional. Kali ini dari Anugerah Adinata Syariah 2026.

Tepuk tangan bergema di auditorium, kamera menyorot senyum para pejabat, dan tiga plakat resmi berpindah tangan.

Bacaan Lainnya

Di atas panggung, Lampung dinobatkan sebagai daerah dengan pertumbuhan pelaku usaha bersertifikat halal terbaik peringkat kelima, memperoleh penghargaan nilai ekspor halal, serta menyandang predikat The New Emerging Sharia Economic Region.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima penghargaan itu langsung di Jakarta.

Sementara di Lampung, sebagian pelaku UMKM kemungkinan masih sibuk menghitung ongkos produksi, biaya distribusi, hingga berharap dagangannya laku sebelum tanggal tua.

Begitulah nasib penghargaan. Ia selalu tiba lebih dulu daripada rasa manfaat yang benar-benar bisa disentuh masyarakat.

Tentu, tidak ada yang salah dengan penghargaan. Justru penghargaan adalah penanda bahwa ada pekerjaan yang dianggap berhasil.

Yang sering menjadi pertanyaan hanyalah satu setelah plakat dipajang di lemari kantor, apakah pedagang kecil ikut merasakan ruang usahanya menjadi lebih lapang?

Sebab ekonomi, sesyariah apa pun namanya, pada akhirnya selalu kembali pada meja makan warga.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden ke-13 KH Ma’ruf Amin mengingatkan agar pembangunan ekonomi syariah tidak berhenti pada pertumbuhan angka statistik.

Menurutnya, ukuran keberhasilan sesungguhnya ialah ketika manfaatnya terasa melalui berkurangnya kemiskinan, bertambahnya lapangan kerja, menguatnya UMKM, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Pesan itu terdengar sederhana, tetapi justru menjadi bagian paling penting dari seluruh seremoni malam penghargaan.

Karena angka memang pandai membuat orang bangga. Namun angka juga tidak pernah dimakan saat sarapan.

Direktur Eksekutif KNEKS Salahudin Al Ayyubi menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian atas kepemimpinan, inovasi, penguatan industri halal, literasi, kelembagaan, hingga dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Artinya, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah lampu panggung dipadamkan.

Lampung kini memiliki modal simbolik yang baik. Tiga penghargaan nasional menjadi bukti bahwa daerah ini mulai diperhitungkan dalam pengembangan ekonomi syariah.

Tantangan berikutnya bukan lagi menambah koleksi trofi, melainkan memastikan semakin banyak pelaku usaha kecil memperoleh sertifikasi halal tanpa birokrasi yang melelahkan, produk lokal benar-benar menembus pasar lebih luas, dan masyarakat merasakan dampaknya dalam bentuk penghasilan yang meningkat.

Sebab warga tidak pernah meminta pemerintah berhenti berprestasi.

Mereka hanya berharap setiap penghargaan yang dibawa pulang ikut membawa sesuatu yang lebih nyata daripada bingkai foto seremoni kesempatan usaha yang tumbuh, pekerjaan yang bertambah, dan dapur yang lebih mudah mengepul.

Barangkali di situlah penghargaan memperoleh makna paling tinggi ketika yang bersinar bukan lagi plakat di ruang kantor, melainkan wajah-wajah orang yang akhirnya ikut merasakan hasilnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *