DPRD Lampung Minta Antisipasi Dini, El Nino 2026 Ancam Sektor Pertanian

Anggota DPRD Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas saat diwawancarai dikantornya pada Senin, (27/4/2026). Dok: Rembes.com.

Rembes.com, Bandar Lampung – Anggota DPRD Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, meminta pemerintah daerah segera menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada pertengahan 2026.

Menurutnya, ancaman tersebut tidak bisa dianggap sepele mengingat sebagian besar masyarakat Lampung bergantung pada sektor pertanian, seperti padi, jagung, singkong, dan komoditas perkebunan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Ini akan mempengaruhi hasil pertanian dan perkebunan. Kita tidak bisa anggap sepele karena sebagian besar masyarakat Lampung bergantung pada sektor ini,” ujarnya usai dimintai pendapat dikantornya pada Senin, (27/4/2026).

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak dini oleh dinas terkait, termasuk melalui penyuluhan kepada petani oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

WMO: El Nino Berpotensi Kembali

Sementara itu, World Meteorological Organization (WMO) memperingatkan potensi kembalinya fenomena El Nino yang diprediksi mulai muncul pada periode Mei hingga Juli 2026.

Dalam laporan Global Seasonal Climate Update, WMO mencatat adanya peningkatan suhu permukaan laut di kawasan Pasifik ekuatorial.

Setelah berada pada fase netral di awal tahun, berbagai model iklim kini menunjukkan kecenderungan kuat menuju fase El Nino.

Kepala Prediksi Iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, menyatakan tingkat kepercayaan terhadap prediksi tersebut tergolong tinggi, meskipun terdapat tantangan akurasi pada periode awal tahun yang dikenal sebagai “hambatan prediksi musim semi”.

Ancaman Kekeringan dan Dampak Global

WMO menyebut, El Nino umumnya memicu kekeringan di sejumlah wilayah seperti Indonesia, Australia, dan sebagian Asia Selatan.

Sebaliknya, wilayah Amerika Selatan bagian selatan dan Amerika Serikat bagian selatan justru berpotensi mengalami peningkatan curah hujan.

Selain itu, suhu permukaan daratan global diperkirakan berada di atas normal sepanjang Mei hingga Juli 2026.

Kondisi ini berpotensi mengganggu ketersediaan air dan siklus tanam, yang pada akhirnya menekan produktivitas pertanian.

Antisipasi: Air, Irigasi, dan Pola Tanam

Mikdar mendorong pemerintah menyiapkan langkah konkret, mulai dari pembangunan sumber air alternatif, perbaikan irigasi, hingga optimalisasi embung dan sumur bor.

Menurutnya, kesiapan cadangan air menjadi kunci agar petani tetap mampu menjaga tanaman saat kemarau panjang.

Selain itu, edukasi terkait pemilihan komoditas tahan panas juga penting agar produktivitas dan pendapatan petani tetap terjaga.

“Petani harus paham tanaman apa yang cocok saat kemarau, sehingga tidak mengurangi hasil dan pendapatan mereka,” katanya.

Risiko Cadangan Pangan

Ia mengingatkan, penurunan produksi pertanian akan berdampak langsung pada cadangan pangan daerah hingga nasional.

Padahal, Lampung selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Kalau produksi turun, cadangan pangan juga ikut tergerus. Ini yang harus kita jaga,” tegasnya.

DPRD Lampung pun berencana menggelar rapat bersama dinas terkait guna merumuskan langkah mitigasi yang terukur.

Perubahan Iklim Perkuat Dampak

WMO menegaskan bahwa perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca tidak meningkatkan frekuensi El Nino, namun memperkuat dampaknya.

Atmosfer yang lebih hangat meningkatkan intensitas cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan hujan lebat.

Kombinasi El Nino dan pemanasan global sebelumnya bahkan menjadikan tahun 2024 sebagai salah satu periode terpanas dalam sejarah.

Mitigasi Berbasis Data

WMO menekankan pentingnya mitigasi berbasis data, khususnya pada sektor pertanian dan kesehatan.

Pemerintah daerah dan petani diimbau memanfaatkan prakiraan musim sebagai dasar strategi adaptasi.

Pembaruan informasi lanjutan dijadwalkan dirilis pada akhir Mei 2026 sebagai acuan kebijakan menghadapi potensi El Nino di paruh kedua tahun ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *