Bukan Sekadar Lulus, Ikaperta Unila Dorong 73 Alumni Jadi Penggerak Pertanian

Dekan Fakultas Pertanian Unila, Kuswanta Futas Hidayat bersama mahasiswa berprestasi. Dok: Rembes.com.

Rembes.com, Bandar Lampung – Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menggelar rapat luar biasa senat dalam rangka yudisium mahasiswa tahun 2026 di aula fakultas setempat, Kamis (23/4/2026).

Sebanyak 73 mahasiswa resmi diyudisium, terdiri dari 68 lulusan program sarjana (S1), empat magister (S2), dan satu doktor (S3).

Bacaan Lainnya

Dekan Fakultas Pertanian Unila, Kuswanta Futas Hidayat, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium atas capaian akademik yang diraih.

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami masih membuka kesempatan bagi lulusan S1 maupun S2 yang ingin melanjutkan studi ke jenjang berikutnya di Fakultas Pertanian Unila,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini Fakultas Pertanian Unila telah membuka berbagai jalur pendidikan lanjutan, termasuk program Kelas Mandiri (KML) serta jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), khususnya pada program studi Kehutanan dan Agronomi jenjang magister.

Menurutnya, pengembangan jalur pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan akses dan fleksibilitas pendidikan tinggi di bidang pertanian.

“Ini sekaligus menjadi informasi bagi para lulusan bahwa peluang untuk meningkatkan kapasitas akademik tetap terbuka luas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Pertanian (Ikaperta) Unila, Elvira Ummi Hani yang diwakili oleh fungsionaris Ikaperta, Risa Hestiana, menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan awal dari fase baru kehidupan para lulusan.

“Hari ini adalah gerbang transisi dari mahasiswa menjadi praktisi, akademisi, dan penggerak di sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gelar Sarjana Pertanian bukan hanya simbol akademik, melainkan tanggung jawab untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor agrikultur.

Menurutnya, lulusan Pertanian Unila dituntut mampu menjawab berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga kebutuhan digitalisasi pertanian.

“Dunia membutuhkan inovasi, ketangguhan, dan integritas dari para lulusan,” katanya.

Ia juga mengajak para alumni untuk menjadi agen perubahan dengan menghadirkan gagasan segar, mulai dari penerapan teknologi pertanian presisi (precision farming), penguatan rantai pasok, hingga pemberdayaan masyarakat tani.

Selain itu, lulusan diingatkan untuk terus belajar dan mengembangkan diri seiring pesatnya perkembangan sektor pertanian, serta menjaga nama baik almamater di berbagai bidang pengabdian.

Dalam kesempatan tersebut, Ikaperta Unila juga menegaskan komitmennya sebagai wadah penguatan jejaring alumni, pengembangan kapasitas melalui mentorship, serta mendorong sinergi lintas profesi dalam mendukung pembangunan pertanian, khususnya di Lampung.

“Kami mengajak seluruh alumni untuk aktif berkontribusi dalam organisasi, membuka ruang kolaborasi, dan menghadirkan program-program inovatif,” ujar Risa.

Yudisium ini menjadi penanda awal perjalanan baru para lulusan dalam menghadapi dinamika dan tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *