Pilrek Unila Makin Ramai, Prof Rudy Daftar Didampingi Farhat Abbas dan Elza Syarief

Prof. Rudy, SH, LL.M, LL.D, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unila periode 2027-2031. Dok: Humas Unila.

Rembes.com, Bandar Lampung – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Prof. Rudy, SH, LL.M, LL.D, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unila periode 2027-2031 pada Jumat, (28/8/2026).

Rudy menyerahkan berkas pendaftaran di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unila di lantai 3 Gedung Rektorat Unila sekitar pukul 14.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Dalam proses pendaftaran tersebut, Rudy didampingi sejumlah anggota keluarga serta dua advokat, Farhat Abbas dan Elza Syarief.

Kehadiran dua advokat tersebut menjadi perhatian dalam proses pendaftaran Rudy.

Elza menyatakan dukungannya karena menilai Rudy memiliki kapasitas akademik dan pengalaman yang dibutuhkan untuk memimpin Unila.

Sementara Farhat menyatakan datang atas ajakan Elza.

Ia berharap proses pemilihan Rektor Unila menghasilkan pemimpin yang mampu menjaga integritas dan tata kelola kampus.

Farhat juga mengingatkan agar rektor terpilih nantinya tidak terlibat praktik korupsi serta mengajak masyarakat ikut mengawasi proses pemilihan.

Tawarkan Kesejahteraan Dosen

Dalam pencalonannya, Rudy menawarkan sejumlah agenda yang menjadi bagian dari visi dan misinya untuk Unila.

Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kesejahteraan dosen.

Menurut Rudy, universitas yang ingin memberikan dampak kepada masyarakat harus terlebih dahulu memastikan dosennya memperoleh kesejahteraan dan lingkungan kerja yang memadai.

Ia mengusulkan penguatan insentif penelitian sekaligus menciptakan kondisi kerja yang lebih nyaman bagi dosen.

Rudy menilai persoalan kesejahteraan perlu mendapat perhatian karena sebagian dosen masih melakukan pekerjaan di luar tugas akademiknya untuk memperoleh tambahan penghasilan.

Agenda berikutnya adalah memperkuat internasionalisasi Unila melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian di luar negeri.

Rudy menyebut Unila memiliki potensi besar di bidang pertanian, teknik, dan kedokteran.

Potensi tersebut, menurut dia, perlu diperkuat melalui kolaborasi riset internasional dan keterlibatan peneliti asing.

“Unila sebenarnya sudah memiliki banyak potensi, salah satunya di bidang pertanian, teknik dan kedokteran. Namun perlu peningkatan kerja sama dengan negara asing,” kata Rudy.

Dorong Infrastruktur dan Riset Ketahanan Pangan

Rudy juga berencana memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, terutama untuk mendapatkan dukungan pembangunan infrastruktur dan pengembangan riset.

Ia menyinggung masih adanya persoalan infrastruktur yang dikeluhkan mahasiswa asing.

Menurut dia, sebagian persoalan tersebut dapat diatasi melalui penguatan kerja sama dengan pemerintah pusat, termasuk dalam proyek strategis yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Rudy juga menyoroti potensi lahan hibah milik Unila yang telah bersertifikat.

Lahan tersebut, menurut dia, dapat dioptimalkan untuk proyek penelitian yang mendukung ketahanan pangan Lampung.

Selain bidang riset, Rudy ingin memperkuat pusat studi dan penelitian mengenai kebudayaan Lampung.

Menurut dia, Unila memiliki posisi strategis dalam pengembangan kebudayaan daerah. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui pusat-pusat studi dan riset yang lebih produktif.

Minta Pilrek Bebas Intervensi

Rudy juga menekankan pentingnya menjaga integritas proses pemilihan Rektor Unila.

Ia berharap seluruh peserta menghormati pakta integritas yang telah ditandatangani serta menghindari intervensi dari pihak luar.

“Kita berharap semua calon dapat menghargai dan menepati pakta integritas yang telah ditandatangani. Sehingga tidak ada politik hitam dan proses dapat berjalan sesuai aturan yang ada,” ujar Rudy.

Rudy merupakan akademisi Fakultas Hukum Unila yang pernah menjabat Wakil Rektor Unila Bidang Umum dan Keuangan.

Ia juga tercatat memiliki pengalaman dalam bidang hukum tata negara, pemerintahan daerah, peraturan perundang-undangan, konstitusi, hukum pemilu dan pilkada.

Bukan Calon Definitif

Pendaftaran Rudy berlangsung di tengah tahapan penjaringan bakal calon Rektor Unila periode 2027-2031.

Berdasarkan portal resmi Pilrek Unila, pendaftaran bakal calon berlangsung pada 14 Agustus hingga 4 September 2026.

Setelah itu, bakal calon akan mengikuti pemeriksaan kesehatan pada 4-14 September dan seleksi administrasi pada 15-21 September 2026.

Penetapan bakal calon rektor yang lolos penjaringan dijadwalkan dilakukan dalam rapat Senat pada 14 Oktober 2026 dan diumumkan kepada publik pada 15 Oktober 2026.

Tahap berikutnya adalah penyaringan. Senat dijadwalkan menetapkan tiga calon rektor pada 29 Oktober 2026.

Tiga nama tersebut kemudian disampaikan kepada kementerian pada 30 Oktober 2026.

Dengan demikian, Rudy saat ini berstatus bakal calon Rektor Unila, bukan calon rektor definitif. Status tersebut masih harus melalui tahapan seleksi dan penetapan sesuai mekanisme Pilrek Unila.

Sebelum Rudy mendaftar, sejumlah akademisi telah lebih dahulu menyatakan diri mengikuti kontestasi, di antaranya Prof. Warsito, Dr. Budiyono, SH, MH, dan Prof. Dr. dr. Asep Sukohar.

Pemilihan Rektor Unila periode 2027-2031 selanjutnya akan memasuki tahap penyaringan hingga pemilihan oleh Senat bersama kementerian.

Pelantikan rektor terpilih dijadwalkan pada 18 Januari 2027, dengan catatan tanggal tersebut masih berstatus tentatif dan menyesuaikan agenda kementerian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *