Jokowi Didemo Saat Hadiri Rakorda PSI

Masa aksi penuhi tugu Adipura menolak kedatangan Joko Widodo di Bumi Lampung. Dok: Rembes.com.

Rembes.com, Bandar Lampung –Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML) menggelar unjuk rasa di Bundaran Adipura, Bandar Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026.

Aksi itu bertepatan dengan kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandar Lampung di Gedung Rimbawan.

Bacaan Lainnya

Massa yang didominasi perempuan mengenakan gamis hitam datang menggunakan satu mobil komando dan tiga bus.

Mereka membentangkan spanduk serta menyampaikan penolakan terhadap kedatangan Jokowi di Lampung.

Koordinator aksi, Gunawan Parikesit, mengatakan Bundaran Adipura hanya menjadi titik awal konsolidasi.

Massa, kata dia, berencana bergerak menuju Gedung Rimbawan yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi aksi.

“Orang yang kita tolak, Jokowi ada di Rimbawan, kita akan ke sana,” kata Gunawan dari atas mobil komando.

Dalam orasinya, Gunawan menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi selama dua periode.

Ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jokowi telah membuat negara hancur sehancur-hancurnya dan rakyat Indonesia miskin semiskin-miskinnya,” ujarnya.

Pernyataan itu disambut teriakan “Usir Jokowi” dari massa yang mengikuti aksi.

Perwakilan FSML, Merry, mengatakan aksi tersebut juga membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan isu penegakan hukum dan hak asasi manusia.

Ia menyinggung sejumlah peristiwa yang menurut kelompoknya masih menyisakan persoalan hukum, termasuk Tragedi KM 50 dan kerusuhan pasca-Pemilu 2019.

Selain itu, Merry kembali menyoroti polemik mengenai ijazah Jokowi.

Menurut dia, persoalan tersebut semestinya dapat diselesaikan melalui penjelasan yang terbuka kepada publik.

“Kami sangat menyayangkan Pak Jokowi tidak berkenan menunjukkan ijazahnya di depan publik. Seharusnya hal sesederhana itu bisa dilakukan agar tidak terus menimbulkan polemik,” katanya.

FSML juga mempertanyakan agenda kunjungan politik Jokowi ke sejumlah daerah setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Mereka meminta Jokowi lebih fokus menyelesaikan berbagai persoalan yang, menurut mereka, masih menjadi warisan selama masa pemerintahannya.

Hingga aksi berlangsung, aparat Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung memasang barikade berlapis di sekitar akses menuju Gedung Rimbawan untuk mengantisipasi massa bergerak ke lokasi kegiatan Rakorda PSI.

Situasi di sekitar lokasi unjuk rasa terpantau kondusif meski pengamanan dilakukan secara ketat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Joko Widodo maupun panitia Rakorda PSI Kota Bandar Lampung atas tuntutan yang disampaikan massa aksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *