Saat Ade Jona Prasetyo Disambut, Asa dan Ikhtiar Ekonomi Tumbuh di Lampung

Agus Liwaya, tokoh pemuda Lampung yang kini mengelola Liwa Evergreen Farms. Dok: Rembes.com.

Bandar Lampung — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), akan bertumbuh di tengah pelaku usaha lokal.

Bagi sebagian orang, perhelatan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan peluang yang bisa menggerakkan roda ekonomi dari pinggiran.

Bacaan Lainnya

Ribuan peserta dari 38 provinsi dijadwalkan hadir di Lampung mulai 10 Juni. Kehadiran mereka membawa harapan sederhana namun nyata kamar hotel terisi, warung makan ramai, kendaraan sewaan bergerak, hingga produk UMKM ikut terangkat.

Agus Liwaya, tokoh pemuda Lampung yang kini mengelola Liwa Evergreen Farms, melihat momen ini sebagai kesempatan yang jarang datang dua kali.

Ia membayangkan geliat ekonomi yang tidak hanya terasa di pusat kota, tetapi juga merembes hingga pelaku usaha kecil.

“Setiap tamu yang datang membawa dampak. Dari hotel, transportasi, sampai pedagang kecil. Ini efek berantai yang bisa dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya kepada rembes.com pada Rabu, (10/6/2026) usai dibukanya munas HIPMI ke-XVIII di Novotel Bandar Lampung.

Bagi Agus, Lampung bukan sekadar tuan rumah. Provinsi ini adalah pintu gerbang Sumatera dengan potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya terekspos.

Pertanian, perkebunan, hingga pariwisata menjadi sektor yang dinilai siap ditawarkan kepada investor.

Namun lebih dari itu, ia menaruh harapan pada generasi muda. Munas HIPMI, menurutnya, semestinya menjadi ruang lahirnya gagasan dan keberanian untuk memulai usaha.

“Yang kita butuhkan bukan hanya investasi, tapi juga lahirnya pengusaha muda baru yang berani menciptakan lapangan kerja,” kata Agus.

Di tengah kesibukan persiapan acara, optimisme itu terasa. Masyarakat menyambut kedatangan para pengusaha muda dengan sikap terbuka.

Ada keyakinan bahwa Lampung mampu menunjukkan diri sebagai daerah yang ramah investasi dan siap berkolaborasi.

Agus menyebut, semangat itulah yang ingin ditunjukkan Lampung kepada para tamu. Bukan hanya keramahan, tetapi juga kesiapan untuk tumbuh bersama.

“Dari Lampung, kita berharap muncul energi baru. Bukan hanya untuk daerah ini, tapi juga untuk ekonomi nasional,” ujarnya.

Munas HIPMI XVIII pun diharapkan tidak berhenti pada seremonial.

Lebih dari itu, forum ini diharapkan melahirkan arah barukolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat yang bisa menggerakkan ekonomi dari daerah, perlahan tapi pasti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *