Prof. Zainab Dorong Regenerasi Edukatif Anti Narkoba di OMAN

Rembes.com, Bandar Lampung – Pembina Organisasi Mahasiswa Anti Narkoba Universitas Bandar Lampung (OMAN UBL), Prof. Dr. Zainab Ompu Jainah, menegaskan bahwa proses regenerasi kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa tidak boleh berhenti pada aspek seremonial semata, melainkan harus diarahkan pada penguatan kapasitas intelektual dan keberanian menghadirkan solusi berbasis riset.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Besar (Mubes) OMAN UBL periode 2026/2027 yang digelar di Pascasarjana Universitas Bandar Lampung, Sabtu (25/4/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, OMAN memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang bergerak di isu krusial, yakni pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.

Karena itu, pendekatan yang digunakan tidak bisa lagi konvensional.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya menjadi agen kampanye. Mereka harus naik kelas menjadi produsen gagasan, berbasis riset dan inovasi,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa ancaman narkoba terhadap generasi muda semakin kompleks dan membutuhkan respons yang terukur serta berbasis data.

Dalam konteks tersebut, organisasi mahasiswa dituntut untuk mampu membaca realitas sosial sekaligus merumuskan solusi yang aplikatif.

Lebih lanjut, Prof. Zainab juga mengingatkan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan organisasi.

Menurutnya, kualitas kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan manajerial, tetapi juga dari komitmen moral dalam menjaga nilai dan tujuan organisasi.

“Integritas itu tidak bisa ditawar. Tanpa itu, organisasi akan kehilangan arah dan hanya menjadi formalitas,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar OMAN mampu memperluas jejaring kolaborasi, baik dengan institusi pemerintah, akademisi, maupun masyarakat sipil, guna memperkuat gerakan anti narkoba yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 2015 di bawah pembinaannya, OMAN diharapkan terus berkembang menjadi pusat edukasi dan advokasi anti narkoba berbasis riset di lingkungan kampus.

“Ke depan, saya ingin OMAN tidak hanya dikenal sebagai organisasi, tetapi sebagai pusat gerakan intelektual mahasiswa dalam isu narkoba,” katanya.

Melalui Musyawarah Besar ini, ia berharap lahir kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan zaman, menghadirkan program kerja yang relevan, serta memberikan dampak nyata bagi kampus dan masyarakat luas.

“Regenerasi ini harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya aktif, tetapi juga berpikir, meneliti, dan bertindak,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *