Dana SMA Siger Mengalir, DPRD Tak Tahu

Sekolah Siger Bandar Lampung. Dok: Ist.

Rembes.com, Bandar Lampung – Setelah lebih dari satu semester Kegiatan Belajar Mengajar Tahun Ajaran 2025/2026 berjalan, polemik di SMA Siger Bandar Lampung kembali mencuat.

Sekolah yang berada di bawah pembinaan Pemerintah Kota Bandar Lampung itu disorot terkait dugaan aliran dana sekitar Rp700 juta yang diklaim bersumber dari APBD kota.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari media onetime.id Informasi yang dihimpun menyebutkan dana tersebut digunakan untuk membayar insentif guru SMA Siger pada semester pertama 2025.

Namun, aliran anggaran itu dipertanyakan karena tidak tercantum dalam pembahasan resmi bersama DPRD Bandar Lampung.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung, Eka Afriana, mengakui adanya pencairan dana tersebut.

Ia mengatakan pembayaran dilakukan untuk hak guru pada tahun anggaran 2025, sementara anggaran 2026 telah dicoret oleh DPRD.

“Iya, itu sudah dibayar untuk tahun 2025-nya,” kata Eka, Selasa, 20 Januari 2026.

Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah menyatakan pihak legislatif tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan pos anggaran tersebut.

Menurut dia, DPRD bahkan tidak menganggarkan biaya operasional SMA Siger, apalagi gaji atau insentif guru.

“Digaji dari mana? Kami tidak pernah merasa menganggarkan. Untuk operasional saja tidak ada,” kata Asroni.

Ia memastikan DPRD akan meminta penjelasan resmi dalam rapat evaluasi anggaran 2025 yang dijadwalkan berlangsung Februari mendatang.

“Akan kami tanyakan dasar anggarannya apa sehingga dana itu bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Ironisnya, klaim pencairan ratusan juta rupiah itu tidak sejalan dengan kondisi kesejahteraan guru di lapangan.

Sejumlah tenaga pendidik mengaku hanya menerima honor sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan, bergantung pada jumlah jam mengajar.

“Tergantung jamnya. Kami disuruh tanda tangan, lalu langsung dikasih uang,” kata seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

Sistem pembayaran tunai tanpa mekanisme perbankan tersebut kian memperkuat dugaan adanya persoalan dalam tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan di SMA Siger Bandar Lampung.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *