Festival UMKM Lampung Timur Jadi Mesin Ekonomi, Transaksi Rp10,55 Miliar

Dok: Instagram pribadi Chusnunia Chalim.

Rembes.com, Lampung Timur – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Lampung Timur tak berhenti sebagai seremoni.

Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam justru menjelma menjadi penggerak ekonomi rakyat, dengan total transaksi menembus Rp10,55 miliar selama sepuluh hari pelaksanaan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung sejak 15 April 2026 di Lapangan Merdeka, Kecamatan Bandar Sribhawono itu melibatkan sekitar 1.500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ribuan pengunjung memadati area festival setiap malam, mendorong lonjakan transaksi bagi para pedagang.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyebut capaian tersebut sebagai indikator kuat peran UMKM dalam menopang ekonomi daerah.

Ia menegaskan, keberhasilan festival tidak lepas dari kerja kolektif berbagai pihak.

“Ini semua kolaborasi dan gotong royong,” kata Ela saat penutupan acara.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan HUT daerah tahun ini tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Pemerintah daerah, kata dia, menggandeng event organizer (EO), stakeholder, serta mitra sponsor dalam skema kerja sama sukarela.

“Anggaran HUT kita kerjasama sukarela dengan EO berikut para stakeholder dan mitra sponsor,” ujarnya.

Menurut Ela, kontribusi anggaran dari pemerintah daerah sangat terbatas dan difokuskan hanya pada fungsi dasar pemerintahan.

 

“Anggaran dari pemerintah daerah hanya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi, sangat minim sekali,” kata dia.

Hadir dalam penutupan antara lain Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan anggota DPR RI Chusnunia Chalim, yang mempertegas dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

Festival ini tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM, tetapi juga menunjukkan bahwa kegiatan berbasis komunitas mampu menciptakan dampak ekonomi langsung.

Tingginya antusiasme masyarakat disebut menjadi faktor utama meningkatnya omzet pelaku usaha selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM “naik kelas” melalui dukungan promosi, akses permodalan, hingga peningkatan kualitas produk.

Penutupan festival berlangsung meriah dengan penampilan penyanyi Denny Caknan yang menjadi magnet utama pengunjung.

Namun di balik panggung hiburan itu, geliat ekonomi rakyat menjadi sorotan utama menandai bahwa perayaan daerah dapat bertransformasi menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi yang konkret.

Dengan capaian tersebut, Festival UMKM Lampung Timur bukan sekadar agenda tahunan, melainkan etalase kekuatan ekonomi lokal yang, jika dikelola konsisten, berpotensi menjadi fondasi pembangunan daerah berbasis kerakyatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *