Mahasiswa Dirikan Kemah Juang di Kantor Gubernur Lampung, Kawal Isu Agraria hingga Pendidikan

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Pemuda Lampung mendirikan tenda di halaman Kantor Gubernur Lampung.

Rembes.com, Bandar Lampung – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Pemuda Lampung mendirikan tenda di halaman Kantor Gubernur Lampung pada Kamis malam, (27/8/2026).

Mereka memilih bermalam di lokasi sebagai bagian dari aksi bertajuk Manifesto Arah Juang Lampung.

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut menjadi ruang konsolidasi mahasiswa sekaligus pengawalan terhadap sejumlah persoalan yang dinilai krusial bagi masyarakat Lampung.

Mereka menyebut kegiatan itu sebagai Kemah Juang.

Ketua EW LMND Lampung, Dinda Boru Napitu, mengatakan aksi tersebut melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa.

Di antaranya Presidium PMKRI Lampung Felicitas Gerta Astarianti, Koordinator Wilayah II GMKI Dwiki Simbolon, serta Ketua PD KMHDI Lampung I Wayan Suberata.

Para mahasiswa mendirikan tenda di halaman kantor gubernur. Bendera Merah Putih juga dikibarkan di sekitar lokasi kemah.

Dinda mengatakan mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan dalam aksi yang berlangsung damai dan tertib tersebut.

Mereka menyoroti mutu pendidikan, pemerataan pembangunan infrastruktur, perlindungan hak petani, serta penguatan sektor pertanian.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah menyelesaikan berbagai sengketa agraria yang masih terjadi di Lampung.

“Termasuk tata kelola sumber daya alam yang adil, perlindungan kawasan konservasi, dan pengawasan terhadap dampak pelaksanaan program nasional di Lampung,” kata Dinda mewakili mahasiswa, Kamis malam.

Menurut dia, aksi tidak berhenti pada penyampaian aspirasi.

Mahasiswa akan menggunakan kegiatan bermalam tersebut sebagai momentum konsolidasi antarelemen pemuda untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah.

I Wayan Suberata mengatakan Kemah Juang merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum secara damai.

Mahasiswa, kata dia, sengaja bermalam untuk memperkuat solidaritas sekaligus memastikan agenda pembangunan Lampung tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Kami bermalam sebagai bentuk konsolidasi dan penguatan solidaritas mahasiswa dalam mengawal agenda pembangunan Lampung,” kata Wayan.

Hingga Kamis malam, massa aksi masih bertahan di tenda-tenda yang didirikan di halaman Kantor Gubernur Lampung.

Selain konsolidasi, mereka menggelar mimbar bebas untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat Lampung.

Para pimpinan organisasi mahasiswa yang terlibat menyatakan komitmen untuk terus mengawasi kebijakan pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, pembangunan, pertanian, agraria, sumber daya alam, dan lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *