Wagub Jihan Bentangkan Harapan di Jalan-Jalan Pringsewu

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, berdiri di tengah masyarakat.

Rembes.com, Bandar Lampung – Di Pekon Podosari, Kamis pagi itu, suara alat berat memecah kesunyian. Bukan sekadar tanda dimulainya pembangunan jalan, tetapi juga awal dari harapan panjang warga Pringsewu yang selama ini bergantung pada akses yang layak.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, berdiri di tengah masyarakat, menyaksikan langsung groundbreaking tiga ruas jalan Kalirejo–Pringsewu, Pringsewu–Pardasuka, dan Pardasuka–Sukamara.

Bacaan Lainnya

Bagi pemerintah, ini program prioritas. Bagi warga, ini tentang kehidupan sehari-hari.

Di tengah keterbatasan anggaran dan berkurangnya dana transfer pusat, pembangunan tetap berjalan.

Jihan menegaskan, komitmen itu tidak boleh berhenti. “Yang penting masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” menjadi semangat yang ia bawa.

Perlahan, Lampung membenahi dirinya. Tahun ini, pembangunan jalan bahkan meningkat hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Di Pringsewu, tingkat kemantapan jalan sudah menyentuh 87,86 persen angka yang mungkin terlihat teknis, tapi bagi warga berarti perjalanan yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih pasti.

Targetnya sederhana tapi besar 100 persen jalan mantap pada 2029.

Namun Jihan mengingatkan, jalan yang baik tak cukup hanya dibangun harus dijaga. Ia menyinggung hal yang sering luput drainase.

“Musuh aspal itu air,” ucapnya, sederhana namun dalam pada Kamis, (21/5/2026).

Genangan kecil, saluran tersumbat, hingga parkir yang menutup aliran air hal-hal sepele yang sering jadi awal kerusakan besar.

Karena itu, ia mengajak semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, ikut merawat.

Pembangunan ini bukan angka di atas kertas. Rp35,2 miliar digelontorkan untuk 3,8 kilometer jalan.

Beton dipilih di ruas padat seperti Kalirejo–Pringsewu yang dilintasi ribuan kendaraan setiap hari mengangkut hasil bumi, harapan petani, dan denyut ekonomi desa.

Sementara di ruas lain, aspal tetap digunakan, menyesuaikan kebutuhan dan karakter wilayah.

Lebih dari itu, pembangunan juga menyentuh saluran air dan gorong-gorong hal yang mungkin tak terlihat, tapi menentukan umur panjang jalan.

Bagi Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, ini bukan sekadar proyek. Ini tentang masa depan.

Tentang UMKM yang bisa berkembang, distribusi yang lebih lancar, dan ekonomi warga yang perlahan bergerak naik.

Di balik deru alat berat dan hamparan jalan yang akan dibangun, tersimpan harapan sederhana agar perjalanan warga tak lagi terhambat, dan kehidupan bisa berjalan lebih baik.

Karena pada akhirnya, jalan bukan hanya menghubungkan tempat ia menghubungkan harapan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *