Sapi Presiden, Strategi Menyulam Kepedulian dari Desa ke Negara

Ilustrasi penyerahan simbolis bantuan sapi dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Masyarakat Lampung.

Rembes.com, Bandar Lampung – Di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, sebuah prosesi sederhana namun sarat makna digelar.

Serah terima simbolis sekaligus penyelesaian administrasi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden berupa sapi kurban menjadi penanda hadirnya negara dalam denyut kehidupan rakyat bukan sekadar lewat kebijakan, tetapi melalui sentuhan langsung pada tradisi dan nilai keagamaan.

Bacaan Lainnya

Agenda ini mempertemukan berbagai simpul kepentingan perwakilan kementerian, otoritas veteriner, pemerintah daerah, hingga para peternak lokal yang menjadi bagian dari rantai kebaikan tersebut.

Hadir di antaranya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si, Kepala Balai Veteriner Lampung, serta unsur Biro Kesra dan dinas terkait di kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Lili Mawarti menegaskan bahwa pada tahun 2026, Presiden kembali menggelar program Banmas sapi kurban untuk seluruh daerah di Indonesia.

Sapi yang disalurkan bukan sembarang ternak melainkan dengan bobot minimal 1 ton atau yang terbesar di wilayah masing-masing, sebagai simbol kemakmuran sekaligus kesungguhan negara dalam berbagi.

Khusus di Lampung, sedikitnya 34 ekor sapi dari peternak lokal diusulkan ke pemerintah pusat, dengan bobot berkisar antara 900 hingga 1.300 kilogram.

Setelah melalui proses seleksi ketat baik dari sisi teknis, administratif, maupun performa ternak terpilih 16 ekor sebagai sapi Banmas Presiden.

Di antara yang terpilih, seekor sapi jenis Limousin milik peternak Ashari dari Kota Metro menjadi yang paling menonjol, dengan bobot mencapai 1.124 kilogram.

Sapi-sapi ini nantinya akan disalurkan ke masjid-masjid yang telah ditetapkan oleh kepala daerah masing-masing, menjangkau masyarakat hingga ke akar rumput.

Lebih dari sekadar bantuan, program ini dipandang sebagai jembatan nilai menghubungkan pusat dan daerah, negara dan rakyat, dalam semangat gotong royong yang menjadi napas kebangsaan.

Pemerintah Provinsi Lampung pun menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden, seraya menegaskan bahwa bantuan ini membawa manfaat ganda memperkuat ibadah kurban sekaligus mempererat kohesi sosial.

Di sisi lain, kehati-hatian tetap menjadi pesan penting. Kepala Balai Veteriner Lampung mengingatkan para peternak agar menjaga lalu lintas manusia dan ternak di kandang guna mencegah masuknya penyakit.

Sebab di balik bobot besar seekor sapi, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan dan kualitasnya.

Perwakilan Sekretariat Presiden, Adun Rusmawan, menegaskan bahwa Banmas ini diharapkan memberi manfaat luas, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha.

Lebih dari itu, program ini menjadi medium silaturahmi merajut kedekatan antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian, dilakukan pula peninjauan calon masjid penerima dan kondisi ternak usai penandatanganan administrasi.

Sebuah langkah kecil, namun menyimpan harapan besar agar kehadiran negara tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar dirasakan hingga ke pelataran masjid dan kehidupan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *