Dua Nyawa Melayang di Wira Garden, PMII Bongkar Kelalaian: Wisata Dibuka, Keselamatan Ditinggalkan

Ketua PC PMII Bandar Lampung, Topik Sanjaya, memastikan organisasi masih dalam suasana berkabung. Dok: Ist.

Rembes.com, Bandar Lampung – Duka belum surut di tubuh PMII Bandar Lampung. Dua kader terbaiknya Bunga Rosana (22) dan Fatmawati (22) pergi dalam tragedi yang kini tak lagi sekadar disebut musibah.

Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Kamis (2/4/2026) di perairan Pulau Pasaran, lebih dari 5 kilometer dari titik awal terseret arus di kawasan Wira Garden.

Peristiwa bermula sehari sebelumnya. Empat mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Lampung datang berkunjung.

Hujan deras sempat mengguyur sekitar pukul 12.00 WIB. Namun setelah reda, aktivitas kembali berjalan tanpa peringatan, tanpa mitigasi.

Lalu datang air bah dari hulu.

Banjir bandang itu tiba-tiba. Dua korban tak sempat menyelamatkan diri. Dua lainnya selamat.

Di titik paling krusial, tak ada sistem peringatan dini, tak ada petugas siaga, tak ada respons cepat.

Teriakan minta tolong, menurut saksi, tak berbalas. Ketua PC PMII Bandar Lampung, Topik Sanjaya, memastikan organisasi masih dalam suasana berkabung.

Namun ia menolak tragedi ini ditutup sebagai takdir semata.

“Hingga saat ini kami masih berduka atas wafatnya dua kader terbaik Kopri PMII.”

Bagi PMII, ada yang lebih dalam dari sekadar kehilangan dugaan kelalaian sistemik.

Hasil investigasi internal mereka menyebut sejumlah lubang fatal tak adanya alat peringatan dini, minimnya papan imbauan, hingga nihilnya tim penyelamat di area rawan.

“Lokasi wisata itu aset daerah, sumber PAD. Tapi keselamatan pengunjung harus jadi prioritas,” tegas Topik.

Sorotan kini mengarah ke dua titik pengelola dan pemerintah.

PMII berencana meminta penjelasan kepada Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung apakah pengawasan benar dilakukan, atau hanya sebatas retribusi.

Dinas Perizinan pun ikut disasar, terkait proses dan evaluasi izin operasional.

“Apakah ada kontrol? Apakah SOP dijalankan? Ini yang akan kami pertanyakan.”

Tragedi ini membuka satu hal yang selama ini kerap diabaikan, destinasi wisata tanpa sistem keselamatan adalah risiko yang menunggu waktu.

Dan di Wira Garden, waktu itu sudah datang terlambat untuk dua nyawa muda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *