Gubernur Mirza Kukuhkan KTNA Lampung, Dorong Hilirisasi dan Modernisasi Tani

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung

Rembes.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung masa bakti 2026–2031 di Aula Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu, (31/1/2026).

Pengukuhan itu disaksikan Ketua Umum KTNA Nasional Mohamad Yadi Sofyan Noor.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 44 pengurus dikukuhkan dengan Hanan A. Rozak sebagai ketua.

Pengangkatan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Nomor 044/SKEP/KTNA NASIONAL/I/2026 tentang Susunan Pengurus KTNA Provinsi Lampung masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya, Mirza yang juga Pembina KTNA Lampung mengucapkan selamat kepada pengurus baru.

Ia menegaskan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah, dengan petani dan nelayan di garis depan penjaga ketahanan pangan.

Menurut dia, KTNA berperan strategis sebagai mitra pemerintah untuk menyerap aspirasi di tingkat bawah, sekaligus wadah berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

Mirza menyebut arah pembangunan pertanian Lampung selaras dengan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto melalui Astacita, terutama pada agenda kemandirian pangan, kemandirian ekonomi, hilirisasi pertanian, dan pembangunan dari desa.

“Petani harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelaku produksi. Peningkatan produksi harus diikuti perlindungan harga, penguatan nilai tambah, dan perbaikan tata niaga,” kata dia.

Ia mendorong KTNA mengambil peran aktif dalam pengolahan pascapanen untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan Lampung.

Selain itu, modernisasi melalui teknologi dan mekanisasi dinilai penting untuk menghadapi perubahan iklim, meningkatkan efisiensi, serta mendorong regenerasi petani.

Mirza berharap pengurus KTNA bekerja proaktif dan mampu merangkul petani milenial demi ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Posisi Lampung sebagai penopang pangan nasional, kata dia, menuntut sinergi kuat antara pemerintah daerah dan organisasi petani.

Sebagai langkah konkret, Mirza menginstruksikan pengadaan fasilitas pengering (dryer) di setiap kabupaten guna menjaga stabilitas harga pascapanen.

Ia juga menyebut program pembuatan pupuk organik cair gratis ditargetkan menjangkau satu juta hektare lahan pertanian.

Ketua Umum KTNA Nasional Mohamad Yadi Sofyan Noor memuji sinergi Pemerintah Provinsi Lampung dengan petani dan nelayan.

“KTNA Lampung harus menjadi barometer nasional. Pengurus baru harus mengawal hilirisasi dan menjadi jembatan teknologi bagi petani di pelosok,” ujarnya.

Yadi meminta pengurus tidak berhenti pada administrasi, melainkan aktif mendampingi petani di lapangan, terutama menghadapi tantangan perubahan iklim.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi petani agar memiliki daya tawar di pasar.

Acara pengukuhan turut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, perwakilan Polda Lampung, Ketua DPW Perhiptani, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Lampung, serta pengurus KTNA kabupaten/kota se-Lampung.

Di akhir acara, Yadi menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Lampung dan jajaran Forkopimda yang hadir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *