Nina Suryani Bawa Milea Cutting Tembus Pasar Nasional, Kolaborasi dengan JNE Perkuat Bisnis UMKM Lampung

Rembes.com – Nama Nina Suryani mungkin belum banyak dikenal di kancah nasional. Namun di balik kesederhanaannya sebagai “anak kabupaten”, perempuan sarjana komputer ini adalah perintis Milea Cutting, sebuah usaha konveksi fashion yang kini dipercaya sebagai vendor besar PT Sugar Group Companies Lampung.

Dalam acara JNE X Media Gathering yang digelar di Hotel Kriyad M2 Bandar Lampung, Kamis (15/10/2026), Nina berbagi kisah perjalanan usahanya di hadapan para pelaku UMKM, insan media, dan mitra ekspedisi. Ia mengaku awalnya menolak tawaran menjadi pemateri.

“Saya tolak dengan keras, kenapa harus saya? Usaha saya kan tidak di dalam kota, saya ini cuma anak kabupaten yang baru belajar merintis kurang lebih 7 tahun,” ujarnya.

Namun, tim JNE Bandar Lampung meyakinkannya bahwa visi dan misi Milea Cutting sejalan dengan nilai yang dijunjung JNE, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sejak itu, Nina menyadari bahwa JNE membuka peluang tidak hanya di “ring satu” seperti Bandar Lampung, tetapi juga di daerah kabupaten.

Merintis Sejak Kuliah

Perjalanan Nina bersama JNE sebenarnya telah dimulai jauh sebelum Milea Cutting berdiri. Saat masih kuliah pada 2010, ia sudah berjualan dan mengambil paket kiriman dari JNE dalam jumlah besar.

“Paket saya dulu karung-karungan, saya ambil di Bandung, terus saya dagangin,” kenangnya. Saat itu, media sosial belum berkembang pesat seperti sekarang.

Setelah lulus, Nina mengabdikan diri selama 13 tahun di dunia perbankan, memegang regional marketing dan penjualan. Sambil bekerja, ia tetap melanjutkan bisnisnya. Kesulitan mendapatkan produk fashion dari Bandung membuatnya bertekad membangun konveksi sendiri di Lampung.

“Konveksi di Lampung rata-rata bikin baju kantor dan sekolah. Fashion itu masih sangat hijau kolamnya,” jelasnya.

Berawal dari satu penjahit dan satu tim finishing, Milea Cutting tumbuh dari pesanan 50 pieces, 100 pieces, hingga puluhan ribu pieces. Pada 2019, usaha ini mulai benar-benar mencuat ke permukaan. Kini, Milea Cutting telah dipercaya sebagai vendor besar PT Sugar Group Companies Lampung selama empat tahun terakhir.

Tantangan Digital dan Etika Brand

Nina juga menyoroti tantangan dunia digital saat ini. Menurutnya, banyak brand owner yang menghalalkan segala cara demi menarik views, bahkan menampilkan konten yang tidak layak.

“Milea sangat menjunjung tinggi nilai, visi, dan misi. Kami tetap menjunjung etika dan budaya Indonesia dengan tidak menampilkan konten yang tidak pantas,” tegasnya.

Kisah Komplain di Tengah Malam

Di balik kerja samanya dengan JNE, Nina memiliki cerita menarik. Beberapa bulan lalu, ia mengalami kendala pengiriman dua paket yang seharusnya menuju Palembang dan Aceh, namun keduanya malah dikirim ke Aceh. Paket tersebut sangat penting karena akan digunakan untuk konten kolaborasi akbar di Malaysia.

Tanpa ragu, Nina menelepon koordinator area JNE wilayah Natar, Pak Yudi, pada pukul 22.00 WIB.

“Saya komplain habis-habisan. Brand owner kalau sudah marah enggak bisa sejam,” ujarnya. Ia bahkan sempat berniat pindah ke jasa ekspedisi lain.

Namun, respons cepat dan helpful dari tim JNE membuatnya berubah pikiran. Keesokan harinya, Pak Yudi—yang ternyata kakak kelas Nina saat SMA—langsung menemui dan membantu menyelesaikan masalah.

“Mereka tanggap di jam 10 malam. Enggak pakai narasi ribet, langsung ditanya dan diusahakan solusinya,” pujinya.

Komplain itu akhirnya selesai, dan Nina pun bersedia menjadi pembicara di acara tersebut. Ia mengaku trust-nya kepada JNE justru semakin kuat karena pengalaman tersebut.

Harapan untuk UMKM dan Ekosistem Bisnis

Mengutip kalimat “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk sekitarnya”, Nina berharap para pelaku UMKM, media, dan penyedia jasa kiriman dapat bersatu membangun hubungan bisnis yang erat dan hangat.

“Kita harus bersatu menghidupkan ekonomi Lampung. Dengan adanya teman-teman media, berita cepat sampai. Kami sebagai brand owner akan memberikan fasilitas dan produk terbaik. JNE sebagai jasa ekspedisi juga bekerja sama agar tidak ada hard complain dalam menangani setiap perjuangan brand lokal,” pungkasnya.

Acara JNE Media Gathering ditutup dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Nina Suryani adalah bukti nyata bahwa anak kabupaten pun mampu berkolaborasi dengan brand nasional dan bersaing di pasar yang lebih luas.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *