Siapa Penguasa Unila Berikutnya? 4 Nama Resmi Masuk Bursa Rektor 2027-2031

Empat nama kini resmi masuk dalam bursa pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031.

Rembes.com, Bandar Lampung – Empat nama kini resmi masuk dalam bursa pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031. Mereka adalah Prof. Warsito, Prof. Asep Sukohar, Dr. Budiyono, dan Prof. Rudy.

Keempatnya telah menyerahkan berkas pendaftaran dan persyaratan administrasi sebagai bakal calon Rektor (bacarek) kepada Panitia Pemilihan Rektor Unila. Berkas diserahkan di Sekretariat Pemilihan Rektor, Gedung Rektorat Unila.

Bacaan Lainnya

Pendaftaran tersebut menandai dimulainya pertarungan gagasan untuk memimpin salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Lampung selama empat tahun ke depan.

Masing-masing calon datang dengan latar belakang dan gagasan yang berbeda.

Namun, mereka bertemu pada satu kepentingan membawa Unila semakin maju, baik dalam tata kelola, akademik maupun daya saing di tingkat nasional dan internasional.

Penyerahan dokumen dilakukan secara bertahap dan diterima panitia yang dipimpin Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum. Proses tersebut turut disaksikan Ketua Senat Unila Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., Sekretaris Senat Dr. Heru Wahyudi, S.E., M.Si., Koordinator Pendaftaran dan Verifikasi Prof. Dr. Novita Tresiana, S.Sos., M.Si., Sekretaris Panitia Dr. Agung Abadi Kiswandono, S.Si., M.Sc., serta tim verifikasi dan pendukung panitia.

Panitia melakukan pemeriksaan awal terhadap dokumen persyaratan yang diserahkan para pendaftar, termasuk berkas F1 hingga F13.

Prof. Muhammad Akib mengatakan seluruh proses penjaringan dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Tahapan pemilihan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan Statuta Unila.

“Terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam pemilihan Rektor Unila periode 2027-2031. Mudah-mudahan proses ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh integritas,” kata Akib.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menghindari kampanye negatif maupun kampanye hitam.

Menurut dia, kontestasi pemilihan rektor seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, bukan saling menjatuhkan.

“Mari kita hindari proses-proses yang sifatnya negative campaign atau black campaign. Mari kita berjuang beradu gagasan,” ujarnya.

Dari Warsito hingga Asep Sukohar

Prof. Warsito menjadi salah satu nama yang lebih awal menyerahkan berkas pendaftaran.

Setelah menyelesaikan proses administrasi, ia berharap seluruh tahapan pemilihan berlangsung harmonis dan menjunjung tinggi integritas.

“Mudah-mudahan proses pemilihan rektor ini dapat berjalan dengan baik, berintegritas, dan sesuai harapan kita bersama untuk terus melakukan transformasi Unila sejalan dengan visi dan misi pada Renstra,” kata Warsito.

Ia juga mengajak sivitas akademika yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan.

Sementara Prof. Asep Sukohar membawa gagasan Unila Excellent.

Guru besar Fakultas Kedokteran Unila itu mengatakan ingin berkontribusi mempercepat perbaikan dan optimalisasi tata kelola universitas.

“Saya ingin berkontribusi membantu mengakselerasi dan mengoptimalkan tata kelola di Universitas Lampung,” ujar Asep.

Gagasan tersebut menjadi salah satu tawaran Asep untuk membawa Unila menuju tata kelola universitas yang lebih unggul.

Budiyono: Jangan Ada Kampanye Hitam

Berbeda dengan dua kandidat sebelumnya, Dr. Budiyono menyoroti pentingnya menjaga suasana pemilihan tetap sejuk sejak awal.

Setelah menyerahkan berkas, Budiyono mengapresiasi sambutan panitia.

Ia berharap kontestasi pemilihan Rektor tidak diwarnai kampanye negatif, terlebih kampanye hitam.

Menurut dia, Unila bukan hanya tempat berlangsungnya proses akademik, tetapi juga institusi yang seharusnya memberi contoh mengenai moralitas dan integritas.

“Keberangkatan saya hari ini diselimuti suasana sejuk. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda bahwa pemilihan Rektor ke depan berlangsung kondusif, aman, serta menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Unila semakin maju dan berjaya,” kata Budiyono.

Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu membawa Unila semakin kuat di Lampung, tingkat nasional, hingga internasional.

Prof. Rudy Datang Bersama Tim Pendukung

Nama terakhir yang masuk dalam daftar pendaftar adalah Prof. Rudy. Ia datang ke Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor untuk menyerahkan dokumen pendaftaran dengan didampingi sejumlah tim pendukung, termasuk pengacara Prof. Dr. Elza Syarief, S.H., M.H., CIQnR, CIQaR dan Muhammad Farhat Abbas, S.H., M.H.

Bagi Rudy, pendaftaran tersebut bukan sekadar langkah administratif. Setelah hampir 24 tahun mengabdi di Unila, ia mengatakan keinginan untuk ikut menentukan arah masa depan kampus terus terbersit dalam dirinya.

“Bagaimanapun juga saya hampir 24 tahun pengabdian di Unila dan selalu terbersit dalam jiwa saya untuk memajukan Unila. Oleh karena itu kita harus ikut kontestasi ini,” ujar Rudy.

Ia juga berkomitmen mengikuti tata tertib yang ditetapkan Senat Unila, termasuk menjaga kontestasi dari kampanye negatif.

Rudy berharap panitia dapat mengawal seluruh proses sehingga pemilihan Rektor berlangsung secara berintegritas.

Dengan masuknya Rudy, jumlah pendaftar menjadi empat orang.

Kontestasi yang semula masih berupa penjaringan kini mulai memperlihatkan wajah para kandidat yang akan memperebutkan posisi pucuk pimpinan Unila untuk periode 2027-2031.

Menunggu Tahapan Berikutnya

Setelah pendaftaran ditutup, proses belum berhenti. Panitia akan melanjutkan tahapan verifikasi administrasi dan pengumuman hasil seleksi.

Kandidat yang dinyatakan memenuhi persyaratan selanjutnya akan mengikuti tahapan penyampaian visi dan misi serta proses pemilihan sesuai jadwal yang ditetapkan Senat Unila.

Empat kandidat tidak hanya akan diuji dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari visi mereka mengenai arah Unila dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, riset, inovasi, tata kelola, serta persaingan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional.

Panitia berharap seluruh sivitas akademika ikut mengawal setiap tahapan pemilihan.

Sebab, siapa pun yang nantinya terpilih tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga akan menentukan arah perjalanan Unila selama empat tahun mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *