Koperasi Wartawan Sebagai Jalan Kesejahteraan

Prof. Dr. Nairobi Guru Besar dalam bidang Ekonomi Publik dan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung. Ilustrasi: Rembes.com.

Rembes.com, Bandar Lampung – Wartawan perlu membangun koperasi sebagai jawaban atas persoalan ekonomi yang mereka hadapi. Koperasi dapat menjadi jalan keluar yang sehat ketika penghasilan anggota tidak selalu stabil, kebutuhan hidup terus meningkat, dan biaya alat kerja makin besar.

Karena itu, gagasan mendirikan koperasi wartawan layak dipandang sebagai langkah strategis, bukan sekadar program organisasi.

Bacaan Lainnya

Koperasi memiliki filosofi yang berbeda dari badan usaha lain. Koperasi berdiri sebagai kumpulan orang, bukan kumpulan modal.

Artinya, yang utama dalam koperasi bukan besar kecilnya uang yang terkumpul, tetapi kesadaran bersama para anggota untuk saling menolong dan tumbuh bersama.

Modal memang penting, tetapi modal hanya menjadi alat. Tujuan utamanya tetap kesejahteraan anggota.

Prinsip ini penting dipahami sejak awal. Banyak orang melihat koperasi hanya sebagai tempat meminjam uang.

Pandangan seperti itu terlalu sempit. Koperasi sesungguhnya adalah rumah bersama yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan ekonomi anggota secara adil, demokratis, dan berkelanjutan.

Dalam koperasi, anggota bukan hanya penyetor simpanan, tetapi juga pemilik lembaga. Karena itu, anggota harus aktif, hadir, mengawasi, menggunakan layanan, dan ikut mengambil keputusan.

Bagi wartawan, koperasi memiliki arti yang sangat penting. Profesi wartawan sering berada dalam situasi ekonomi yang tidak mudah.

Sebagian wartawan menerima honor yang terbatas, sebagian menghadapi ketidakpastian pendapatan, dan sebagian lain membutuhkan biaya tambahan untuk menunjang pekerjaan seperti telepon genggam, laptop, kamera, transportasi, dan paket data.

Dalam kondisi seperti itu, koperasi dapat menjadi alat perlindungan ekonomi yang lahir dari solidaritas profesi.

Jika dilihat dari kebutuhan tersebut, jenis koperasi yang paling tepat untuk wartawan adalah Koperasi Serba Usaha.

Bentuk ini lebih sesuai karena wartawan tidak hanya membutuhkan layanan keuangan, tetapi juga membutuhkan ruang usaha yang dapat memanfaatkan kemampuan profesional mereka.

Koperasi Serba Usaha memberi keleluasaan untuk mengembangkan beberapa unit usaha sekaligus sesuai kebutuhan anggota.

Meski demikian, koperasi wartawan tidak perlu memulai langkah dengan terlalu banyak unit usaha. Pada tahap awal, koperasi perlu menekankan dua bidang utama.

Pertama, koperasi perlu membangun unit simpan pinjam sebagai tulang punggung pelayanan. Kedua, koperasi perlu merintis unit jasa media sebagai sumber usaha produktif berbasis keterampilan anggota.

Dua unit ini sudah cukup untuk menjadi fondasi yang kuat. Unit simpan pinjam perlu menjadi prioritas karena masalah utama anggota berada di bidang keuangan.

Unit ini dapat menghimpun simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Setelah itu, koperasi dapat menyalurkan pinjaman kepada anggota untuk kebutuhan mendesak, biaya pendidikan, biaya kesehatan, atau pembelian alat kerja.

Dengan mekanisme seperti itu, koperasi dapat membantu anggota keluar dari jerat pinjaman tidak sehat dan memberi akses pembiayaan yang lebih manusiawi.

Namun koperasi tidak boleh berhenti pada urusan pinjam meminjam. Koperasi juga perlu membuka ruang usaha yang dapat menambah pendapatan anggota. Di sinilah unit jasa media menjadi penting.

Wartawan memiliki keahlian menulis, menyunting, memotret, merekam video, mendokumentasikan kegiatan, dan mengelola informasi.

Keterampilan itu dapat diubah menjadi usaha bersama melalui jasa pelatihan jurnalistik, penulisan konten, dokumentasi acara, media handling, atau komunikasi publik.

Dengan demikian, koperasi tidak hanya menyelesaikan masalah keuangan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.

Agar koperasi wartawan berhasil, pengurus harus memulai dari kebutuhan riil anggota. Pengurus perlu bertanya dengan jujur masalah apa yang paling sering dihadapi anggota, layanan apa yang paling dibutuhkan, dan usaha apa yang paling mungkin dijalankan.

Koperasi yang tumbuh dari kebutuhan nyata akan lebih mudah dipercaya. Sebaliknya, koperasi yang dibangun hanya karena ikut-ikutan biasanya cepat kehilangan arah.

Pengurus juga harus membangun koperasi dengan tata kelola yang rapi. Pengurus harus mencatat semua simpanan, pinjaman, angsuran, dan pendapatan usaha secara tertib.

Pengurus harus menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada anggota. Pengurus juga harus bekerja secara terbuka agar kepercayaan anggota tetap terjaga.

Dalam koperasi, kepercayaan adalah modal yang sangat besar. Jika kepercayaan hilang, koperasi akan goyah meskipun memiliki uang.

Di sisi lain, anggota juga harus menjalankan tanggung jawabnya.

Anggota harus membayar simpanan tepat waktu. Anggota harus mengembalikan pinjaman sesuai kesepakatan. Anggota harus menghadiri rapat anggota dan berani menyampaikan pendapat.

Tanpa partisipasi aktif anggota, koperasi hanya akan menjadi nama tanpa jiwa. Koperasi hidup bukan karena papan nama, tetapi karena keterlibatan anggotanya.

Rapat anggota harus menjadi jantung koperasi. Dalam forum itu, anggota menentukan arah usaha, mengevaluasi pengurus, menetapkan kebijakan, dan mengawasi jalannya koperasi.

Di sinilah demokrasi ekonomi bekerja secara nyata. Koperasi tidak boleh dikuasai oleh segelintir orang. Koperasi harus dijalankan dengan semangat kebersamaan, keadilan, dan tanggung jawab bersama.

Pada akhirnya, koperasi wartawan bukan sekadar lembaga ekonomi. Koperasi wartawan adalah alat untuk membangun kemandirian profesi. Jika wartawan memiliki penyangga ekonomi yang sehat, wartawan dapat bekerja dengan lebih tenang, lebih mandiri, dan lebih bermartabat.

Karena itu, koperasi wartawan perlu dibangun dengan visi yang jelas, aturan yang tertib, pengurus yang amanah, dan anggota yang aktif. Dengan cara itulah koperasi dapat tumbuh kuat dan benar-benar mensejahterakan anggotanya.

Penulis oleh Prof. Dr. Nairobi adalah Guru Besar dalam bidang Ekonomi Publik dan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Lampung. 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *