Cekcok Rp600 Ribu Berujung Maut, Pemilik Kafe Karaoke di Panjang Tewas Ditusuk

sementara satu korban selamat, Dian Anggraini alias Yola (36). Dok: Ist.

Rembes.com – Seorang wanita pemilik kafe karaoke di kawasan eks lokalisasi Pemandangan, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung tewas setelah ditusuk dalam insiden berdarah yang dipicu cekcok soal pembayaran jasa pemandu lagu, Selasa (31/3/2026) dini hari.

Korban tewas diketahui bernama Nurma (36), sementara satu korban selamat, Dian Anggraini alias Yola (36), yang bekerja sebagai pemandu lagu, mengalami luka-luka akibat serangan senjata tajam jenis badik.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku.

“Satreskrim Polresta Bandar Lampung bersama Unit Reskrim Polsek Panjang masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Peristiwa bermula saat dua pria tak dikenal datang ke kafe milik korban sekitar pukul 03.00 WIB.

Sekitar dua jam kemudian, saat hendak meninggalkan lokasi, pihak kafe meminta pembayaran jasa pemandu lagu sebesar Rp600 ribu.

Namun, kedua pria tersebut mengaku tidak memiliki uang, sehingga terjadi cekcok dengan korban.

Situasi sempat mereda setelah dilerai petugas keamanan, dan pelaku akhirnya bersedia membayar Rp500 ribu sebelum pergi.

Tak lama berselang, sekitar 30 menit kemudian, kedua pelaku kembali ke lokasi dengan alasan mencari telepon genggam yang diklaim tertinggal.

Namun, klaim tersebut tidak terbukti dan kembali memicu pertengkaran.

“Menurut keterangan saksi, tidak melihat pelaku membawa handphone. Cekcok kembali terjadi hingga pelaku mendorong korban hingga terjatuh,” kata Yuni.

Dalam kondisi emosi, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dari balik pinggang dan langsung menyerang korban.

Nurma mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala dan leher.

Saat pelaku hendak kembali menusuk, Yola mencoba menangkis, namun justru mengalami luka di tangan kanan dan wajah.

Usai melakukan penusukan, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Warga yang datang ke lokasi segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Panjang. Namun, nyawa Nurma tidak tertolong.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk keperluan visum.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban mengalami tiga luka sayatan di bagian kepala serta luka tusuk di tengkuk leher sebelah kiri.

Polisi kini masih memburu kedua pelaku yang identitasnya belum diketahui.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *