Pemprov Lampung Ikut Tanam Padi Serentak Nasional 2026, Target Produksi 3,3 Juta Ton

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri langsung penanaman padi bersama Kodam XXI/Raden Inten. Dokumen: Biro Adpim.

Rembes.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung ambil bagian dalam Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional Masa Tanam I 2026.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri langsung penanaman padi bersama Kodam XXI/Raden Inten dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur di Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur pada Selasa, (20/1/2026).

Bacaan Lainnya

Gerakan tanam serentak ini melibatkan Gabungan Kelompok Tani Kartika Bina Tani dari Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas dengan luas tanam sekitar 500 hektare.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus percepatan peningkatan produksi padi di Lampung.

Jihan mengatakan sektor pangan merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Urusan pangan adalah urusan bersama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada petani,” kata dia.

Menurut Jihan, pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan petani harus bergerak dalam satu barisan untuk meningkatkan produksi.

Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung mencatat produksi padi pada 2025 mencapai sekitar 3,2 juta ton, naik dari 2,79 juta ton pada 2024 atau bertambah sekitar 408 ribu ton.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan produksi padi meningkat menjadi 3,3 juta ton pada 2026 melalui penguatan sinergi program pusat dan daerah.

Jihan juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Pemerintah provinsi mendorong penggunaan pupuk organik cair untuk menjaga kesuburan tanah dan menekan biaya produksi.

“Tanah yang sehat adalah investasi jangka panjang bagi petani,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Lampung menyalurkan bantuan alat dan sarana pertanian, antara lain tiga unit rotavator, empat unit traktor roda empat, serta benih padi untuk sejumlah kelompok tani dan gapoktan. Jihan meminta bantuan tersebut dimanfaatkan dan dirawat secara gotong royong.

Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan gerakan tanam padi serentak 2026 merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

TNI, kata dia, berkomitmen mendampingi petani, termasuk pada pengelolaan lahan seluas sekitar 500 hektare di Lampung Timur.

Kristomei juga mendorong peningkatan produktivitas varietas Inpari 32 Jumbo yang ditargetkan mampu menghasilkan 8 ton per hektare, bahkan hingga 10–12 ton per hektare melalui dukungan riset dan teknologi.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyebut pendampingan TNI sangat membantu petani di tengah keterbatasan fiskal daerah pada 2025–2026.

Saat ini, program pendampingan pertanian di Lampung Timur mencakup lahan sekitar 2.396 hektare dan akan diperluas ke kecamatan lain.

“Kami tetap menjadikan pertanian sebagai prioritas, dengan dukungan program pusat seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, dan Brigade Pangan,” kata Ela.

Kegiatan ditutup dengan penanaman padi secara simbolis oleh Wakil Gubernur Lampung, Pangdam XXI/Raden Inten, Bupati Lampung Timur, Ketua DPRD Provinsi Lampung, serta jajaran TNI dan unsur Forkopimda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *