Seribu Lilin, Seribu Luka, PMII Desak Audit Wira Garden Usai Dua Kader Tewas

PMII Kota Bandar Lampung menggelar aksi solidaritas bertajuk 1.000 Lilin. Dok: Ist.

Onetime.id, Bandar Lampung – Duka itu belum reda. Malam di Tugu Adipura berubah menjadi lautan cahaya, bukan untuk perayaan, melainkan perlawanan sunyi atas nyawa yang hilang sia-sia.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandar Lampung menggelar aksi solidaritas bertajuk “1.000 Lilin”, Sabtu malam (11/04/2026).

Bacaan Lainnya

Aksi ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah bentuk duka yang menuntut jawaban.

Dua kader Korps PMII Putri (Kopri) Komisariat Universitas Lampung meregang nyawa dalam insiden di kawasan wisata Wira Garden. Tragedi itu menyisakan tanya lalai atau dibiarkan?

Sekitar 100 peserta dari berbagai kampus dan komisariat hadir. Mereka membawa lilin, doa, dan kemarahan yang terbungkus sunyi.

Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung, Topik Sanjaya, berdiri di tengah kerumunan. Suaranya tegas, tanpa jeda.

“Ini bukan sekadar musibah. Ini soal tanggung jawab. Kami mendesak Dinas Perizinan dan Dinas Pariwisata untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh tempat wisata, khususnya Wira Garden, terkait aspek keselamatan,” tegasnya.

Bagi PMII, tragedi ini tak boleh berhenti sebagai kabar duka. Ia harus menjadi titik balik.

Lilin-lilin dinyalakan. Doa dipanjatkan. Nama-nama korban disebut dalam diam. Tapi di balik itu, ada pesan keras keselamatan publik bukan pilihan ia kewajiban.

Aksi ini disebut sebagai bagian dari gerakan serentak PMII Kota Bandar Lampung.

Bukan akhir, melainkan awal dari tekanan yang akan terus digulirkan.

Senin (13/04/2026) nanti, mereka berjanji kembali turun ke jalan. Membawa tuntutan yang sama dan luka yang belum sembuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *