HUT ke-62 Lampung: Jihan Akui PR Pembangunan Masih Besar

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela dirapat paripurna Hut ke-62 Lampung. Dok: Ist.

Rembes.com – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan arah pembangunan daerah menuju provinsi yang lebih kompetitif dan mandiri secara ekonomi dalam Sidang Paripurna DPRD memperingati HUT ke-62 Lampung pada Selasa, (31/3/2026).

Dalam forum resmi itu, Jihan tidak sekadar menyampaikan seremoni ulang tahun daerah.

Bacaan Lainnya

Ia menempatkan momentum hari jadi sebagai penegasan arah politik pembangunan Lampung ke depan sebuah wilayah yang ditargetkan tumbuh maju, berdaya saing, dan kokoh secara ekonomi.

Di tengah suasana bulan Syawal, ia juga menyelipkan ucapan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai peringatan ini dengan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang masih dimiliki.

“Hari ini bukan hanya perayaan usia, tetapi penegasan kembali bahwa Lampung harus berdiri sebagai provinsi yang maju dan kuat secara ekonomi,” kata Jihan.

Ia mengulas perjalanan 62 tahun Lampung sebagai proses panjang yang dibangun dari kerja kolektif para pendahulu.

Menurut dia, capaian pembangunan saat ini tidak lepas dari akumulasi perjuangan tersebut mulai dari membaiknya akses pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru.

Sejumlah indikator makro, kata Jihan, menunjukkan tren yang relatif positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat 5,28 persen, melampaui rata-rata wilayah Sumatera.

Angka kemiskinan juga ditekan hingga 9,66 persen, menjadi yang terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Kinerja pembangunan itu, menurut dia, merupakan hasil kerja bersama lintas sektor pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, hingga pelaku usaha dan masyarakat.

Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia turut mengalami peningkatan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung mencapai 73,98 poin.

Sementara dalam aspek tata kelola, pemerintah provinsi meraih predikat sangat baik (BB) dalam akuntabilitas kinerja, disertai penghargaan pelayanan publik tingkat provinsi.

Namun, Jihan mengingatkan, capaian tersebut belum sepenuhnya menjawab tantangan struktural.

Ketimpangan infrastruktur dan kebutuhan peningkatan kualitas SDM masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.

Karena itu, ia menekankan pentingnya konsolidasi kekuatan antarpemangku kepentingan.

Kolaborasi, inovasi, dan keberanian mengambil terobosan dinilai menjadi kunci untuk menjaga laju pembangunan.

“Optimisme menuju Lampung maju adalah keniscayaan. Tapi itu hanya bisa dicapai dengan kerja keras, kolaborasi, dan keberanian melakukan terobosan,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *