Gelora Berduka atas Wafatnya Ali Khamenei, Sebut Serangan Israel-AS Alarm bagi Timur Tengah

Ayatollah Ali Khamenei (Foto: english.mathrubhumi)

Rembes.com – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyampaikan duka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer yang dilaporkan dilakukan Israel dan didukung Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfuz Sidik, mengatakan partainya turut berduka sebagaimana dirasakan sebagian masyarakat dunia.

“Partai Gelora sebagaimana perasaan banyak masyarakat dunia sangat berdukacita atas syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” kata Mahfuz dalam keterangannya, Ahad, 1 Maret 2026.

Menurut Mahfuz, Khamenei wafat pada bulan suci Ramadan. Ia menyebut pemimpin Iran tersebut gugur saat mempertahankan kedaulatan negaranya serta konsisten membela Palestina.

“Beliau telah gugur di bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah, mempertahankan kedaulatan negaranya dan teguh dalam pembelaan terhadap masyarakat dan bangsa Palestina,” ujarnya.

Mahfuz menilai kematian Khamenei tidak akan menyurutkan semangat perlawanan terhadap Israel yang didukung Amerika Serikat.

“Kematian beliau tentu saja tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi kesombongan dan ambisi penguasaan rezim Zionis Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat,” kata dia.

Ia juga menyebut peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pemimpin negara di kawasan Timur Tengah.

“Ini menjadi alarm kuat bagi semua negara di kawasan bahwa satu saat pemimpin negara-negara itu pun dapat menjadi korban agresi militer berikutnya,” ujar Mahfuz.

Pemerintah Iran Umumkan 40 Hari Berkabung

Media Iran melaporkan Ali Khamenei wafat saat berada di kantornya ketika serangan berlangsung.

Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional serta tujuh hari libur nasional.

Kantor berita Fars, seperti dikutip Al Jazeera, melaporkan pengumuman resmi pemerintah Iran terkait masa berkabung tersebut.

Sementara itu, laporan AFP menyebut sejumlah anggota keluarga Khamenei termasuk putri, menantu, dan cucunya dilaporkan turut tewas dalam serangan tersebut.

Selain itu, Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dilaporkan tewas.

Laporan Reuters dan Al Arabiya menyebut dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel mengonfirmasi kematian Nasirzadeh.

Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammad Pakpour, juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Amerika Serikat terkait laporan kematian sejumlah pejabat tinggi Iran dalam operasi militer tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *