Senin, Cipayung Plus–BEM Lampung Selatan Aksi Evaluasi Setahun Egi Saiful

Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan akan turun kejalan Evaluasi kinerja Egi-Syaiful. Dok: Ist.

Rembes.com, Bandar Lampung – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, (23/2/2026).

Aksi ini menjadi momentum evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Lampung Selatan, Egi Saiful.

Bacaan Lainnya

Koordinator lapangan menyebut gerakan tersebut lahir dari kegelisahan mahasiswa atas berbagai persoalan daerah yang dinilai belum menemukan solusi konkret.

Mereka menegaskan aksi ini tidak ditunggangi kepentingan kelompok mana pun di luar aliansi kampus, melainkan murni berangkat dari kesadaran akademik dan realitas sosial di masyarakat.

Mahasiswa menyoroti sejumlah aspek, mulai dari program pembangunan, tata kelola anggaran, transparansi pemerintahan, hingga komitmen pemberdayaan masyarakat lokal yang dianggap perlu dievaluasi secara terbuka.

Aksi ini, kata mereka, merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Aliansi Cipayung Plus dan BEM memastikan unjuk rasa akan berlangsung damai, tertib, dan konstitusional dengan mengedepankan dialog.

Namun mereka juga membawa sejumlah tuntutan mendesak, di antaranya:

1. Pemerintahan yang inklusif dan transparan.

2. Penguatan SDM melalui pendidikan formal dan nonformal serta beasiswa penuh bagi putra daerah hingga jenjang S1, S2, dan S3.

3. Kepastian hukum dan kesejahteraan tenaga honorer lepas di lingkungan pemkab.

4. Peraturan bupati yang mewajibkan perusahaan menyerap minimal 80 persen tenaga kerja lokal.

5. Perbaikan struktur pemerintahan agar lebih efisien dan meningkatkan pelayanan publik.

6. Pemerataan infrastruktur serta program rumah layak huni dengan kepastian hukum.

7. Pemberantasan pungutan liar dalam pelayanan perizinan dan instansi terkait.

Mereka menegaskan aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan komitmen moral kaum intelektual muda untuk mengawal pembangunan agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat.

Aksi rencananya dipusatkan di kawasan kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Mahasiswa berharap momentum ini menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola dan merespons aspirasi publik secara lebih progresif dan partisipatif, sembari tetap menjaga kondusivitas wilayah selama aksi berlangsung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *